Jangan Lupa, Gerhana Bulan Total 26 Mei Bakal Terlihat di Lampung Mulai Jam Segini

Fenomena Super Blood Moon saat bulan terlihat memerah. LAMPUNGPRO.CO/DOK

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Fenomena alam gerhana bulan bakal kembali terjadi pada Rabu (26/5/2021) mendatang. Fenomena ini dapat diamati dari seluruh area di Samudera Pasifik dari Amerika Selatan, Amerika Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, dan juga Australia.


"Di seluruh wilayah Indonesia, fenomena dapat diamati. Namun, hanya sebagian wilayah di Papua, yang dapat mengamati proses terjadinya secara keseluruhan dari awal masukknya Bulan ke bayangan samar Bumi (penumbra) hingga akhir, karena pada saat awal gerhana terjadi, Bulan terbit di daerah tersebut. Wilayah lain akan dapat menyaksikan gerhana ini ketika bulan sudah masuk ke penumbra maupun umbra Bumi," kata Kepala Observatorium Astronomi Institut Teknologi Sumatera  (OAI) Lampung, Hakim L. Malasan, kepada Lampungpro.co, Sabtu (22/5/2021)

Bulan akan terbit di Bandar Lampung pada pukul 17.47 WIB dalam kondisi gerhana bulan sebagian. Pada pukul 18.11 WIB Bulan akan masuk fase gerhana total, dan puncaknya pada 18.18 WIB, dan berakhir pada 18:25 WIB. Gerhana akan terus berlangsung dengan fase sebagian hingga pada pukul 19.52 WIB, dan akhirnya Bulan akan keluar sepenuhnya dari bayanan Bumi (penumbra) pada pukul 20.49 WIB.

Pada gerhana bulan kali ini, Bulan akan mendekati titik perigee, yaitu ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi. Efek dari hal ini adalah Bulan akan memiliki diameter tampak yang lebih besar dari biasanya, mencapai 33’ 34,5”. Di masyarakat, kita mengenal istilah Supermoon, atau jika digabung dengan adanya fenomena gerhana (yang membuat Bulan menjadi tampak merah), biasanya disebut dengan Super Blood Moon. Akan tetapi sebenarnya para astronom tidak menggunakan istilah ini. 

"Istilah ini hanya mengacu pada sains populer. Pada saat gerhana bulan total terjadi, Bulan akan berwarna kemerahan. Hal ini disebabkan adanya cahaya Matahari yang lolos melewati dan dibelokkan oleh atmosfer Bumi, sehingga Bulan menjadi berwarna kemerahan," kata Hakim.

Dari sisi pengamatan di lapangan, OAI Lampung akan melakukan pengamatan di tower Astelco Lunar Sighting Station (ALTS-7) yang berada di Taman Alat MKG-Itera, Jalan Terusan Ryacudu Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan dengan menggunakan teleskop berjenis Refraktor yaitu Baride Optics dengan panjang fokus 900 mm dan diameter 102 mm, f/8.8) dengan kamera DSLR Canon 5D Mark IV.

Dalam menyambut fenomena ini, OAI Lampung dan berbagai observatorium dan planetarium di Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Observatorium dan Planetarium Indonesia (JOPI) akan melakukan pengamatan bersama dan melakukan sharing pengamatan secara virtual. Acara ini akan dituan rumahi oleh Planetarium dan Observatorium Jakarta dengan tema acara yaitu 'Bincang Santai dan Observasi Virtual Super Blood Moon' yang diselenggarakan secara virtual melalui kanal Youtube Planetarium dan Observatorium Jakarta https://www.youtube.com/c/PlanetariumObservatoriumJakarta/live. 

Pada acara ini, OAIL akan menjadi salah satu dari 20 lokasi pengamatan gerhana gulan total di seluruh Indonesia. OAIL juga akan melakukan streaming tampilan langsung teleskop melalui kanal Youtube OAIL:https://tinyurl.com/youtube-oail.

"Berkaitan dengan adanya wabah Covid-19 yang sedang terjadi di Indonesia, sesuai protokol nasional, OAI Lampung tidak akan membuka pengamatan untuk masyarakat umum untuk menghambat penularan dari wabah ini. Kiranya langit cerah dapat menyertai kegiatan ini," kata Hakim. (***)

Editor: Amiruddin Sormin



#gerhana bulan # gerhana matahari # super blood moon # lampung # itera # OAI Lampung # observatorium # astronomi
Berita Terkait
Ulasan