Dipakai di 33 Negara Obati Covid-19, Ilmuwan Desak Pemerintah Beri Izin Edar Ivermectin

Kemasan Ivermectin. LAMPUNGPRO.CO/SUARA.COM

JAKARTA (Lampungpro.co): Penelitian obat Covid-19 Ivermectin di Indonesia menunjukkan hasil positif. Kabar ini pun disambut baik oleh para ilmuwan.


Obat ivermectin digunakan di 33 negara, melalui 60 uji klinis dan melibatkan lebih dari 549 ilmuwan, serta 18,931 pasien dari berbagai negara untuk penanganan Covid-19.

Dr. Pierre Kory, Chief Medical Officer Front Line Covid-19 Critical Care Alliance (FLCCC) menyebut jika hasilnya membuktikan bahwa Ivermectin sangat efektif sebagai obat pencegahan maupun penyembuhan penyakit Covid-19. Sebagai obat pencegahan, atau profilaksis, ivermectin efektif melawan Covid-19 rata-rata sebesar 85%, sebagai pengobatan dini 76% dan dapat mengurangi tingkat kematian sebesar 70%.

"Dalam penelitian terbaru, hasil juga menunjukan ivermectin dapat menghalang perkembangan varian baru Covid-19 seperti varian asal Inggris, Vietnam, dan India. Saatnya sekarang untuk dunia menggunakan ivermectin secara massal demi mengatasi pandemi Covid-19," kata dia dalam sebuah webinar, Dr. Pierre Kory, Senin (28/6/2021), sebagaimana dikutip Suara.com (jaringan Lampungpro.co).

Hal senada juga disampaikan oleh Sofia Koswara, Ketua FLCCC Alliance Indonesia. Menurutnya, bukti nyata dalam bentuk uji klinis, meta analisis, studi penelitian dan penggunaan Ivermectin di lapangan sudah ada dari berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Hasilnya semua menyatakan hal yang mirip, yakni ivermectin efektif untuk mencegah dan mengobati penyakit Covid-19. "Saya menghimbau untuk Ivermectin segera diberi izin edar sebagai obat Covid-19, serta diizinkan juga sebagai obat tanpa resep supaya lebih terjangkau oleh masyarakat," kata dia.

Di Indonesia, PT Harsen Laboratories, tengah melakukan uji klinis bersama delapan rumah sakit di Indonesia terhadap Ivermectin dengan menyerahkan donasi 3.000 butir Ivermectin dan 3.000 butir placebo yang diminta oleh Balitbangkes Kemenkes RI. Uji klinis ini dilakukan untuk mengetahui apakah Ivermectin dapat diterima oleh masyarakat sebagai obat yang efektif melawan Covid-19. 

Hasil uji klinis tersebut diharapkan bisa keluar dalam waktu 3-5 bulan ke depan. Delapan rumah yang melakukan uji klinis ini diantaranya, RS Wisma Atlet, RS Esnawan, RS Suyoto, RSPAD Gatot Subroto, RS Persahabatan, RS Sulianti, RS Adam Malik, dan RS Pontianak.

"Dalam rangka riset yang kami lakukan sebelum memproduksi ivermectin menunjukan potensi besar sebagai obat untuk melawan Covid-19 di Indonesia karena populer digunakan di negara-negara miskin, sebab aman dan murah," jelas Iskandar Purnomohadi, Communication Director, PT Harsen Laboratories.

Merujuk hasil penelitian PT Harsen Laboratories, pasien Covid-19 yang mengkonsumsi Ivermectin, rata-rata sembuh dalam waktu 7-10 hari. Oleh karena itu, PT Harsen Laboratories segera menghubungi Duta Besar RI di Slovakia untuk mendapatkan contoh emergency use authorization (EUA). Pada waktu itu Slovakia merupakan menjadi negara pertama yang mengeluarkan EUA Ivermectin sebagai obat terapi dan obat pencegahan Covid-19.

Terkait penggunaannya, dr. Budhi Antariksa Sp.P(K) Ph.D sebagai Ketua Tim Uji Klinis Ivermectin di Indomesia menegaskan jika obat ini bisa digunakan sesuai resep dokter lantaran jumlah dosis di masing-masing pasien tentu akan berbeda. "Terapi dalam pengawasan dokter dan juga resep dokter bisa diberikan dan tentunya nanti akan ada edukasi. Efek sampingnya sebenarnya jarang terjadi," kata dia. (***)

Editor: Amiruddin Sormin



#ivermectin # obat covid-19 # bpom # menteri bumn # ilmuwan # penelitian # rumah sakit # pasien
Berita Terkait
Ulasan