Sejak Januari, Demam Berdarah di Bandar Lampung Capai 242 Kasus, Satu Meninggal

Kantor Dinas Kesehatan Bandar Lampung, di Pahoman. LAMPUNGPRO.CO/SANDY

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Kasus demam berdarah (DBD) di Bandar Lampung dalam kurun waktu sepanjang 2021 mencapai 242 kasus. Angka tersebut tercatat hingga, Selasa (13/7/2021).


Rinciannya, terdapat 15 kasus pada Januari, 29 kasus pada Februari dan 41 kasus pada Maret. Kemudian 58 kasus DBD pada April, 42 kasus pada Mei dan 45 kasus pada Juni. "Untuk Juli, hingga hari ini tercatat 12 kasus DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Edwin Rusli.

Menurut Edwin, dalam kurun waktu yang sama pada 2020, kasus DBD di Bandar Lampung mengalami penurunan  signifikan. "Pada tahun sebelumnya, dari Januari hingga Juli, terdapat 873 kasus. Tahun lalu empat bulan pertama di awal tahun terjadi kasus DBD yang tinggi, yakni 63 kasus di Januari, 177 kasus di Februari, 211 kasus di Maret dan 101 kasus di April," kata dia.

Sementara itu, Edwin mengatakan terdapat satu kasus meninggal dunia akibat DBD pada 2021 ini. "Satu meninggal dunia pada Mei kemarin," ucapnya.

Lebih lanjut, Edwin mengimbau agar masyarakat meningkatkan pola hidup bersih dan sehat untuk terhindar dari DBD. Kemudian masyarakat bisa mendapatkan bubuk abate di puskesmas untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegyopti. "Termasuk melakukan 3M yakni menguras, menutup dan mengubur barang bekas, karena bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti," kata dia. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Reporter: Sandy



#demam berdarah # DBD # Bandar Lampung # aedes agypti # pasien # penderita # 3M # dinas kesehatan
Berita Terkait
Ulasan