Penutupan Jalan Semasa PPKM Darurat Bikin Rute Jadi Jauh, Pendapatan Ojek Online Anjlok

Niko pengemudi ojek online saat diwawancarai Lampungpro.co, Senin (19/7/2021). LAMPUNGPRO.CO/SANDY

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang ada di Kota Bandar Lampung membuat pendapatan beberapa pengemudi ojek online (ojol) menurun. Demikian pantauan dan penelusuran Lampungpro.co, Senin (19/7/2021).


Sepekan setelah pemberlakuan PPKM darurat di Bandar Lampung, Senin (12/7/2021), membuat ruang gerak warga di Bandar Lampung dibatasi. Setidaknya ada sembilan ruas jalan masuk ke dalam kota ditutup dan hanya dibukan hingga pukul 10.00 WIB.

KLIK BERITA SEBELUMNYA: PPKM Darurat, Posko Penyekatan Bandar Lampung Ditambah Empat, ini Lokasinya

Penutupan sejumlah ruas jalan protokol, membuat pengemudi ojol harus jeli melihat 'jalan tikus' agar tetap bisa beroperasi. "Pemberlakuan PPKM Darurat ini membuat pendapatan menurun. Biasanya bisa dapat minimal 10 orderan, sampai sekarang cuman tiga orderan. Kita berharap ada kebijakan dari pemerintah untuk bisa membantu rakyat kecil," kata Niko, pengemudi ojol.

Niko juga menambahkan saat pemberlakuan PPKM Darurat ini banyak jalan yang disekat terutama menuju pusat Kota Bandar Lampung. "Sekarang ini jalannya jadi muter-muter. Jadi berat di bensin yang harusnya tiga kilometer ini jadi 10 kilometer jaraknya. Tapi ongkos tetap, malah jaraknya semakin jauh," tambahnya.

KLIK JUGA BERITA INI:  PPKM Darurat, Penutupan Jalan di Bandar Lampung Diperpanjang Hingga 20 Juli 2021

Di sisi lain, menurut Awan, pengemudi mobil online, pendapatannya menurun drastis saat penerapan PPKM darurat ini. "Ini saya keluar dari pagi sampai siang ini baru dapat satu orderan. Sepi penumpang yang order. Bingung mungkin orang-orang mau keluar kemana," ucap Awan. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Reporter: Sandy



#ojek online # order # pendapatan # omzet # transportasi # perdagangan # umkm # jasa pengantaran
Related Post
COMMENTS