Percantik Kota Mirip Singapura dan Kuala Lumpur, Pemkot Bandar Lampung Gandeng Itera

Pertemuan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dan Rektor Itera, Kamis (20/10/2021). LAMPUNGPRO.CO/SUARA.COM

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Pemerintah Kota Bandar Lampung menggandeng Institut Teknologi Sumatera (ITERA) untuk mempercantik kota Bandar Lampung. Selain itu, Pemkot Bandar Lampung juga mempercayakan ITERA untuk mengelola sampah dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kota.


Tiga hal ini dibahas dalam pertemuan antara tim Itera yang dipimpin oleh Rektor Itera Mitra Djamal dengan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana di kantor Pemkot Bandar Lampung, sebagaimana dikutip Suara.com (jaringan media Lampungpro.co), Kamis (21/10/2021).

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana berharap sinergi bersama Itera, dapat memercantik dan memperindah kota. Apalagi pada 2022, Bandar Lampung akan menjadi tuan rumah pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang menghadirkan seluruh wali kota se-Indonesia.

“Kami berharap Bandar Lampung bisa menjadi kota percontohan bagi yang datang. Semoga Itera bisa merancang Kota Bandar Lampung menjadi cantik sehingga setiap mata memandang adalah keindahan,” ujar Eva melalui siaran pers.

Selain itu, Wali Kota juga membahas permasalahan sampah kota, yang berharap dapat diselesaikan dengan teknologi pengolahan sampah yang dibuat Itera. Itera dapat mendukung sistem teknologi informasi di Bandar Lampung, hingga bisa baik secara nasional bahkan internasional. "Kolaborasi ITERA dan Pemkot ini adalah untuk masyarakat Bandar Lampung, yang mudah mudahan Bandar Lampung dapat menjadi wajah Provinsi yang terbaik," ujar Eva Dwiana.

Rektor Itera Mitra Djamal menyampaikan pihaknya merumuskan tiga hal penting yang akan dilakukan di Kota Bandar Lampung, yaitu memperindah kota, mengatasi masalah sampah, dan mendukung layanan informasi. Itera merancang penataan kota, mulai dari gerbang masuk, hingga pusat kota mulai dari penataan pedestrian, bus kota, monumen yang menjadi ikon, hingga menampilkan aksen seni lewat beragam mural.

Selain itu, Itera akan merancang beberapa segmen dengan mencontoh konsep jalan-jalan nasional hingga internasional yang sudah dikenal, seperti segmen Jalan ZA Pagar Alam dengan preseden atau mencontoh konsep Jalan Boulevard Palem Raya, Kota Tangerang, Jalan Teuku umar (Preseden Orchard Road, Singapura), dan Jalan Jendral Sudirman-Taman Gajah (Preseden Taman KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia).

Selain itu Itera juga akan menerapkan teknologi Manajemen Sampah Zero (Masaro), dalam mengolah sampah di Bandar Lampung hingga lebih memiliki nilai tambah. “Sekarang konsep pengolahan sampah menjadi bernilai ekonomi. Kami melihat pasar - pasar seperti pasar pasirguntung dengan potensi sampah mencapai 11 ton, perlu menerapkan pengolahan sampah dengan sistem Masaro, sehingga bisa lebih bernilai ekonomi,” ujar Mitra Djamal.

Dengan teknologi Masaro yang dirancang Itera, sampah organik akan diolah menjadi pupuk cair. Sementara sampah non organik akan diolah dengan alat pembakar, hingga dapat menghasilkan beberapa produk seperti pengawet kayu, pestisida organik, dan media tanam.

 Terakhir, UPT TIK Itera juga akan mendampingi pemkot dalam pengembangan akses layanan informasi publik yang terintegrasi. Beberapa aplikasi yang memudahkan layanan informasi akan dirancang bersama, sehingga layanan publik Bandar Lampung dapat diakses hanya dari smartphone. (***)



#pemkot bandar lampung # penataaan kota # lingkungan hidup # institut teknologi sumatera # itera # singapura # kuala lumpur
Related Post
COMMENTS