Balita Meninggal Ditabrak Babaranjang di Pemanggilan Natar, Korban Berjalan di Rel Tanpa Pengawasan

Lokasi kecelakaan kereta api yang menabrak balita berusia 18 tahun [Suara.com/Amri]

NATAR (Lampungpro.co): Meninggalnya balita bernama Bagus Irama (1,8 tahun) akibat tertabrak Kereta Api (KA) Babaranjang di Dusun Srimulyo, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, diduga akibat kelalaian karena tak mengawasi anak saat bermain di luar rumah. Berdasarkan laporan yang disampaikan ke Polres Lampung Selatan, disebutkan korban Bagus Irama berjalan keluar dari rumah seorang diri tanpa diketahui pihak keluarga di rumah.


Bocah itu berjalan kaki menuju perlintasan rel kereta api di kilometer 22 +6/7 Dusun Srimulyo II Desa Pemanggilan, hingga tertabrak KA Babaranjang dari arah Tanjungkarang menuju Palembang, pada Rabu (17/11/2021) pukul 08.00 WIB. Akibatnya, KA Babaranjang menabrak korban sehingga korban terseret sejauh sekitar 10 meter sehingga korban meninggal dunia di tempat dengan mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kiri.

Ibu korban yakni Hartini (35) sempat pingsan saat mengetahui kejadian tersebut. Jarak rumah korban hanya sekitar 20 meter dari areal rel kereta api. Menurut Suci (30) tetangga korban sekaligus saksi mata, sebelum kejadian korban bermain sama anak dan kakaknya bernama Irfan di gundukan pasir. "Karena saya mau mandi, jadi anak saya, saya suruh masuk," kata Suci. 

Namun tidak beberapa lama kemudian, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi. "Enggk lama saya masuk mau mandi, dengar suara terikan, "Mamak, Adek, " kata Suci menuru terikan kakak korban kepada suaralampung.id (jaringan media Lampungpro.co). 

Suci mengungkapkan setelah mendengar suara terikan dari kakak korban, dia langusng keluar melihat ke arah rel kereta api melihat korban yang kondisinya sudah mengenaskan. "Saya keluar rumah masih pakai handuk karena mau mandi. Saya lihat kakak korban menunjuk ke arah rel, terus saya lihat kondisi tubuh korban sudah terpotong misah antara kepada dan bagian kakinya, jadi saya mau nolong apa," jelasnya. 

Setelah melihat kondisi korban yang sangat parah, ia tidak berani untuk menolong korban. "Saya syok, dan teriak, menenangkan orang tua korban yang histeris," ucap dia.

KLIK DAN BACA BERITA SEBELUMNYA: Balita 18 Bulan Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Pemanggilan Natar

"Saya enggk berani nolong, saya hanya nyamparin orang tua korban, nenangin karena orang tua korban langsung pingsan. Ini aja orang tua korban sadar, pingsan, sadar pingsan sementara suaminya kerja di Lampung Timur, " ujarnya. 

Hingga pukul 11.30 WIB, jenazah korban belum tiba dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek. Terlihat puluhan warga sekitar, bertakziyah di rumah korban. Terkait kecelakaan ini, Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Jaka Jarkasih, masinis sudah membunyikan semboyan 35 dengan keras saat masuk di jalur 2 Sta.Gdr terlihat seorang anak laki-laki kecil yang sedang merangkak di atas jalur 2 KA KM 22+6/7 Emplasemen Sta.Gdr, sehingga menemper bagian depan kanan bawah Lok 3066a.

"Korban meninggal dunia di jalur KA dengan kaki kanan putus, perut putus dan luka di bagian kepala. Kemudian korban dievakuasi oleh warga setempat. KAI menyampaikan turun prihatin dan berduka atas kejadian tersebut, Semestinya bayi semuran tersebut berada dalam pengawasan orang tua atau pengasuhnya," ujar Jarkasih.

Editor: Amiruddin Sormin, Kontributor: Ahmad Amri (Bandar Lampung), Hendra (Kalianda)



#KA babaranjang # kecelakaan lalu lintas # natar # lampung selatan # kereta api # lampung # pt kereta api indonsia
Berita Terkait
Ulasan