Meski Berjarak 70-100 Km dari Rumah, Siswa SLBN Pesisir Barat Tetap Peringati Hari Disabilitas

Para siswa SLBN Pesisir Barat usai mengikuti lomba. LAMPUNGPRO.CO/WARI

PESISIR SELATAN (Lampungpro.co): Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pesisir Barat, di Pekon Biha Kecamatan, Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, memperingati Hari Disabilitas Internasional 2021, dengan menggelar berbagai rangkaian kegiatan melibatkan siswa, orang tua, dan para dewan guru, Jumat (3/12/2021). Kegiatan berlangsung selama tiga mulai Jumat, Senin, dan Selasa (3,6,7 Desember 2021) dengan penanaman pohon, lomba pasang sepatu, lomba mewarnai, lomba lempar bola, dan bola voli.


"Kegiatan satu hari yang dilanjutkan dengan workshop," kata Endah guru SLBN mewakili Kepala SLBN Pesisir Barat, Abdul Halim yang belum bisa hadir pada kegiatan itu.

Menurut dia, siswa SLBN membutuhkan perhatian khusus guru dan orang tua. "Harus didik dengan penuh cinta dan keikhlasan dengan tetap memperhatikan kurikulum sekolah. Setiap anak nantinya dilihat potensi minat dan bakatnya untuk kemudian diarahkan sehingga pada akhirnya dapat diterima dan dapat bekerja membuka usaha dalam kehidupannya ditengah masyarakat," kata Endah. 

Di sisi lain, menurut Lya, guru SLBN, sekolah ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan mulai beroperasi sejak 2021. Saat ini memiliki 32 siswa, namun karena lokasi rumah orang tua atau tempat tinggal para siswa ada yang cukup jauh dari lokasi sekolah seperti tinggal di Kecamatan Bangkunat dan Pugung Kecamatan Pesisir Utara.

"Jaraknya diperkirakan sekitar sekitar 70 kilometer sampai 100 kilometer, dari lokasi sekolah. Maka tidak setiap hari para siswa di sekolah itu dapat datang ke lokasi sekolah untuk mendapat pendidikan," kata Lya.

Menyikapi hal itu para guru di tempat tersebut melakukan kunjungan ke rumah rumah siswa yang jaraknya jauh dari lokasi sekolah. Sementara untuk para siswa yang tempat tinggalnya cukup dekat menjangkau lokasi sekolah bisa diantar oleh orang tuanya, boleh setiap hari untuk mengantar anaknya sekolah ke SLBN pesisir barat. 

Pihak sekolah berencana di 2022, sekolah memiliki mobil sekolah yang menjemput para siswa atau murid sekolah itu dari rumah ke sekolah dan mengantar pulang kembali kerumah saat pulang sekolah. Bahkan pihaknya juga sedang berupaya agar ada asrama di SLBN sehingga para siswa yang lokasi rumahnya jauh dari SLBN dapat menginap dan memiliki tempat tinggal selama menimba ilmu di SLBN. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Laporan: Wari (Krui)

 



#hari disabulitas internasional # krui # pesisi barat # sekolah luar biasa negeri # anak berkebutuhan khusus # pendidikan
Berita Terkait
Ulasan