Kiat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dapat IPK 4.0

dr. Selvi Yul Venty dan dr. Shinta Prabawati Mahasiswa Fakultas Kedokteran | Lampungpro.co/Sandy

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung baru saja menggelar pengambilan sumpah dokter umum periode ke-59, Rabu (19/1/2022) bertempat di Gedung Graha Bintang. Sebanyak 88 Mahasiswa yang mengikuti sumpah dokter tersebut terdapat mahasiswa yang memiliki IPK 4.0 atau bisa dibilang dengan sempurna.


dr. Selvi Yul Venty dan dr. Shinta Prabawati mereka adalah mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati yang mendapatkan nilai IPK sempurna. Seperti dr. Selvi Yul Venty adalah anak pasangan dari Jul Martin dan Dewi Hartati kelahiran Teluk Betung ini menceritakan harapan dan pengalamannya mendapatkan IPK sempurna itu.

“Harapannya kedepannya mau lanjut lagi ngambil S2 dulu sementara, kemudian lanjut untuk mengambil spesialis penyakit kulit kelamin. Kiatnya untuk mendapatkan IPK tersebut dengan mengikuti alur perkuliahan, jangan ada masalah, kerjakan tugas sesuai dengan perintah,” kata dokter muda ini.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat mengikuti khoas di rumah sakit.  “Saat di rumah sakit saya banyak sekali pengalaman yang jarang saya dapatkan di kampus. Karena berbagai karekter orang saya temui,  seperti saat di rumah sakit jiwa pasiennya unik-unik dan lain, jadi itu menambah pengalaman saya pribadi bagaimana merawat dan berinteraksi,” ucap dr. Selvi ini.

dr. Selvi juga berpesan kepada adik tingkatnya di Fakultas Kedokteran agar terus semangat untuk menyelesaikan kuliahnya. “Untuk adik-adik tetap semangat dan rajin harus tetap mengikuti semua prosesnya. Jangan pernah bolos tidak ada yang susah dalam hidup ini, tergantung bagaimana kita menyikapinya,” pesannya.

Sementara itu, dr. Shinta Prabawati merupakan anak pasangan H. Rasimin dan Hj. Satiparwati rencananya akan membuka praktek di wilayah Kabupaten Lampung Tengah. “Kebetulan saya akan mengikuti jejak suami untuk membuka praktek dulu di Kabupaten Lampung Tengah, mengabdikan untuk diri untuk masyarakat. Nanti baru dipikirkan lagi,” ucap dr. Shinta.

Lanjut, dr. Shinta juga memiliki pengalaman saat ia Khoas di Medan. “Saya awalnya mengikuti Khoas kebetulan dapet di Medan, Pasnya di Kecamatan Kabanjahe kemudian saya pindah di rumah sakit haji. Di sana karakter bahasanya berbeda dengan disini itu menjadikan pengalaman tersendiri untuk saya dan itu menjadikan pengalaman yang berharga,” ujarnya. (***)

EDITOR : Asandy



#Universitas Malahayati # Bandar Lampung # Fakultas Kedokteran # Sumpah Dokter # Unmal
Berita Terkait
Ulasan