88 Dokter Baru Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dapat Pembinaan Profesi Dokter dari KKI

Dokumentasi Universitas Malahayati Fakultas Kedokteran | Lampungpro.co/Ist

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Universitas Malahayati (Unmal) Bandar Lampung hadirkan tiga pemateri dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) guna memberikan Pembinaaan Profesi Dokter kepada 88 dokter  baru lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Unmal bertempat di Aula Rapat MCC-Kafe Kabaran, Kampus Unmal, Jumat (21/1/2022). Wakil Rektor I bidang Akademik Unmal, Muhammad, S.Kom., MM., yang mewakili Rektor Unmal Dr.dr. Achmad Farich, MM., mengatakan kepada 88 dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati dapat mengikuti dan memahami setiap materi yang disampaikan pemateri Pembinaan Profesi Dokter dan Dokter Gigi dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).


Selain Pembinaan Profesi Dokter dari KKI, lanjut Muhammad, salah satu Pemateri yakni
Prof.Taruna Ikrar., M.Pharm.MD., PhD. merupakan dosen tetap Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, sekaligus Direktur International Association of Medical Regulatory Authorities (IAMRA) atau Direktur Konsil Dokter Sedunia. Muhammad juga menambahkan Prof. Taruna juga Ketua KKI yang sudah memberikan pelatihan Penulisan Jurnal Internasional terindeks Scopus Q1 kepada 300 orang Dosen Unmal dari berbagai Fakultas termasuk Dosen Fakultas Kedokteran Unmal dan memiliki ribuan Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q1. 

"Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q1 salah satunya dalam rangka keinginan Dosen Unmal untuk melanjutkan Lektor Kepala dan Guru Besar dimana salah satunya memiliki Jurnal Internasional  Terindeks Scopus Q1. Pelatihan Penulisan Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q1 juga sejalan dengan persiapan Visi Unmal menjadi Universitas Unggul pada tahun 2024 mendatang," kata Muhammad dalam sambutannya. 

Selain, Prof.Taruna Ikrar M. Pharm MD., PhD, hadir pula Ketua Divisi Pembinaan Konsil Kedokteran (KK), Dr. dr. Dollar., SH., MH., dan Ketua Divisi Konsil Kedokteran Gigi (KKG), Brigjend TNI (Purn) drg.Nurdjamil Sayuti, MARS. Prof. Taruna mengatakan kepada 88 dokter baru lulusan FK Unmal bahwa menjadi dokter itu merupakan profesi yang mulia yang mendapatkan penilaian luar biasa dari masyarakat. "Sehingga kemulian dan kehormatan profesi dokter harus dijalani dengan sebaik-baiknya. Karena ganjaran besar untuk kepentingan dunia dan akhirat," kata Prof. Taruna. 

Sebab itu, lanjut Dia, ada tiga hal sangat penting untuk diperhatikan oleh seorang dokter diantaranya, jaga kemulian profesi dokter dengan tetap berpegang teguh pada kode etik kedokteran dan disiplin aturan kedokteran, harus kembangkan diri tentang  perkembangan keilmuan kedokteran terkini, serta harus mampu bersosialisasi. "Karena domain kerja seorang dokter adalah berdekatan dengan masyarakat. Dengan demikian apa yang dicita-citakan awal menjadi seorang dokter itu bisa tercapai," ucap Prof. Taruna. 

Prof. Taruna menerangkan saat era Pandemi Covid-19 layanan konsultasi dokter mulai beralih dari yang sebelumnya datang langsung, tapi sekarang berubah dengan layanan online dokter atau Telemedicine. "Telemedicine merupakan pelayanan dokter berbasis telekomunikasi. Dimana dokter bersangkutan yang melayani pasien tersebut secara online," ujarnya. 

"Telemedicine ini akan berkembang dengan dua hal yakni program regulasi industri kedokteran manifestasi cyber system dan Aspek Teknologi lainnya. Sehingga saya menghimbau untuk dokter baru lulusan Fakultas Kedokteran Unmal, terus mengupgrade diri tentang keilmuan kedokteran," lanjut dosen tetap Fakultas Kedokteran Unmal ini.

Sementara itu, Dr. dr. Dollar membahas, tentang pembinaan profesi dokter. Ia menyampaikan bahwa seorang dokter harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP). "KKI memiliki wewenang untuk mengeluarkan STR. Dimana KKI bisa memberikan atau tidak memberikan STR bagi dokter maupun dokter Gigi," kata Dr. dr.Dollar.

Lanjut, untuk mendapatkan SIP, seorang dokter memiliki tiga syarat yakni miliki STR, tempat praktek, dan ada rekomendasi dari organisasi profesi kedokteran seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter 
Gigi Indonesia (PDGI), atau organisasi lainnya. "Profesi dokter dan dokter Gigi ini untuk menghindari beberapa bentuk pelanggaran disiplin salah satunya, tidak memberi pertolongan darurat ketika masyarakat membutuhkan. Dan menolak/menghentikan pengobatan tanpa alasan yang sah, membuka rahasia medis tanpa izin, membuat keterangan media tidak benar, dan ikut serta tindakan penyiksaan," ucap Dr. dr. Dollar. 

"Apabila seorang dokter melanggar kode etik kedokteran dan melanggar Disiplin kedokteran maka akan mendapatkan sanksi seperti, dicabutnya STR maupun SIP. Bahkan bisa dipidanakan," tegas Dr.dr.Donal. (***) 

EDITOR : Asandy
SUMBER : Humas News Malahayati



#Universitas Malahayati # Bandar Lampung # Fakultas Kedokteran # Sumpah Dokter # Unmal # KKI # Profesi Dokter #
Berita Terkait
Ulasan