Sekolah Aswaja Bentuk Pemahaman Moderat

Bandar Lampung (Lampungpro.com): Sekolah Ahluss Sunnah Wal Jamaah (Aswaja) merupakan bentuk manifestasi pemahaman moderat. Menurut dia pemahaman moderat saat ini sangat dibutuhkan untuk menangkal faham ekstrem. "Apalagi beredar faham anti-Pancasila," kata Ketua Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) FKIP Universitas Lampung, Yeni Cahyati saat memberikan sambutan pembukaan sekolah Aswaja di LP Maarif Lampung, Jalan Raya Bypass Bandar Lampung, Sabtu (13/5/2017) pagi.

Sekolah Aswaja bertajuk "Menumbuhkan Nilai Aswaja dalam Tubuh Pergerakan" ini diikuti perwakilan tiap rayon di lingkup PMII Unila dengan total peserta 35 anggota, diantaranya yaitu FKIP, hukum, ekonomi, pertanian, FISIP, dan MIPA. Dia juga menyampaikan dengan adanya sekolah Aswaja diharapkan anggota PMII FKIP dan Unila pada umumnya bisa menjadi pendakwah Islam rahmatan lil alamin. Serta mampu memberikan kesejukan ditengah gonjang-ganjing ideologi anti-Pancasila. "Jadi pendakwah, sejukkan lingkungan sekitar terlebih dahulu, act local but think global," kata dia.

Ia menegaskan PMII harus sejalan dengan pemerintah. Menghargai perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan. Dengan perbedaan, kata dia, mampu menciptakan warna kehidupan. "Bayangkan kalau cuma ada suku Jawa, cuma ada suku Lampung, cuma ada orang Indonesia, kan nggak berwarna," tegas Yeni.

Sementara, ketua PMII Unila Hendy Novrian mengapresiasi langkah pengurus PMII FKIP Unila. Ia mengatakan baru ada sekolah Aswaja di tingkat rayon. Menurut Hendy sekolah Aswaja bisa menjadi batu loncatan anggota PMII untuk menjadi pendakwah. "Biasanya komisariat, bangga dengan PMII FKIP," kata dia. (EZAL/PRO2)

 

 



#Aswaja # PMII # Universitas Lampung # Pengurus # Islam # Moderat
Berita Terkait
Ulasan