Bos Klub Sepakbola Jaka Utama Marzuli Warganegara Diusulkan Jadi Pahlawan Daerah Bidang Olahraga

Marzuli Warganegara semasa hidup. LAMPUNGPRO.CO/DOK

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Dewan Gelar Daerah (DGD) Lampung merekomendasikan Almarhum Ir. Marzuli Warganegara ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah di bidang olahraga. Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Gubernur Arinal Djunaidi untuk ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah.

"Hasil rapat kemarin, Dewan Gelar Daerah merekomendasikan kepada Pak Gubernur agar Marzuli Warganegara ditetapkan sebagai Pahlawan Perintis dan Pembina Olahraga Daerah Provinsi Lampung," kata Kepala Dinas Sosial Lampung Aswarodi, Selasa (1/3/2022).

Dia menjelaskan, jika rekomendasi tersebut disetujui Gubernur Arinal Djunaidi, akan langsung disampaikan pada HUT Provinsi Lampung. "Rencananya apabila Pak Gubernur menyetujui, ini akan disampaikan bertepatan dengan HUT ke-58 Provinsi Lampung. Jadi tinggal persetujuan Pak Gubernur," tuturnya.

Dia menuturkan, pada 2021 ahli waris mengusulkan agar Marzuli Warganegara ditetapkan sebagai Pahlawan Daerah melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). "Permintaan dari ahli waris agar dapat dianugerahi sebagai Pahlawan Daerah di bidang olahraga," kata Aswarodi.

Dia melanjutkan, berkas usulan itu pun diusulkan ke Dinas Sosial dan disampaikan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). "Setelah diteliti dan dikaji, kami rapatkan dengan ahli waris sebelum dinaikkan ke DGD. Sehingga jadilah buku laporan yang diajukan ke DGD untuk dipresentasikan," jelasnya. 

Dia menjelaskan, hasil itu pun langsung dibahas oleh DGD yang disetujui agar Marzuli Warganegara untuk direkomendasikan kepada gubernur. Dewan Gelar Daerah diketuai Yusuf S. Barusman, Wakil Ketua Brigjen TNI (Purn) Toto Jumariono beberapa anggota yakni H. Mukri, Faisol Djausal, Garaika Hamzah, Supriyadi Alfian, dan Mawardi Harirama.  

Dikutip dari buku '100 Tokoh Terkemuka Lampung, 100 Tahun Kebangkitan Nasional'. (2008, Lampung Post. Hlm. 145-149), nama Marzuli melejit ke tingkat nasional sebagai pemilik klub sepakbola Jaka Utama. Di era 1990-an, saat Lampung dipimpin Gubernur Poedjono Pranyoto, provinsi ini mengibarkan bendera sepak bola di papan tengah Liga Utama Indonesia selama lima musim kompetisi. 

Bakat pesepak bola tim berjuluk Gajah Lampung digodok Marzuli di dua tempat yakni Lampung Selatan (sekarang Pesawaran, tepatnya Gedongtataan) dan Lampung Tengah. Lampung mencapai masa keemasan sepak bola pada PON X 1981. Marzuli mengantarkan Tim Gajah Lampung meraih emas. Padahal saat itu, Lampung dianggap underdog oleh tim-tim unggulan dari Jawa dan Sumatera Utara.

Dia ditetapkan sebagai Pembina/Penggerak Olahraga Terbaik Nasional 1978--1979. Namun dia tetap merasa kesulitan mengembangkan sepak bola Lampung. Faktornya, karena sistem kompetisi yang teratur belum berjalan maksimal. 

Marzuli kepada Lampung Post pernah melontarkan harapan, tatkala Komite Daerah (Komda) PSSI Lampung dipimpin Sekwilda Lampung Fauzi Saleh. "Beliau kan punya power dan pengaruh sehingga bisa memerintahkan pengurus di tingkat perserikatan se-Lampung menggelar kompetisi antarklub di wilayah masing-masing secara rutin," kata Marzuli.

Namun Klub sepakbola Jaka Utama kini tinggal kenangan. Klub profesional kebanggaan Lampung itu terpaksa dibubarkan karena dicederai kasus suap mengatur skor pertandingan. Marzuli sangat kecewa karena klub yang dibesarkannya tenggelam begitu saja. Pencinta sepak bola di Lampung juga merasa kehilangan.

Kekecewaan Marzuli makin berlipat ganda karena pelakunya justru warga Lampung sendiri. "Di persidangan, Bapak kalah, padahal yang melakukan bukan dia," ujar Ambar Wulan, istri Marzuli.

Pembubaran Jaka Utama memang ironis. Padahal, saat itu materi para pemainnya sedang berada di puncak kemampuan. "Penyuap itu namanya Ahong. Dia suap pemain-pemain untuk mengatur skor. Waktu sidang, Bapak tidak ada yang membantu," kenang Ambar lagi.

Selain sepak bola, Marzuli meninggalkan kenangan indah di cabang tinju. Gelaran pertarungan adu jotos itu memperebutkan Sarung Tinju Emas (STE). Pencetusnya seorang wartawan olahraga Sumohadi Marsis, dan kawan-kawan pada 1975. Nah, Piala Sarung Tinju Emas itu sumbangan dari Marzuli.

Ironisnya, event setahun sekali yang banyak melahirkan jago-jago tinju nasional, seperti Syamsul Anwar Harahap, Welhellem Gomies, dan Frans V.B. itu tidak pernah lagi memperebutkan Piala STE setelah dinyatakan hilang. (***)

Biodata

Nama: Ir. H. Marzuli Warganegara
Lahir: Tanjungkarang, 4 Maret 1939
Wafat: di Jakarta, 23 Juli 1996.
Agama: Islam
Alamat: Jalan Pagar Alam, No. 229, Segala Mider, Bandar Lampung
Orang tua: H. Abdul Azis Syukri (Ayah), Hj. Robiah (Ibu)
Saudara:
1. Zulkifli
2. Balkini
3. Urus Batin
4. Nursila
5. Meiyuni
6. Marjoeni
7. Desmi
8. Agus Nani
Anak ke: Delapan
Istri: dr. Ambar Wulan
Anak:
1. Drg. Eriska Riyanti, Sp.G.A.
2. Ir. Tanza Dwi Jaka Utama, M.Sc.
3. Marko Tridarma, S.E.
4. Poppy Suryanti
5. Dandy Suryanto

Pendidikan:
- Sekolah Rakyat (SR) Tanjungkarang
- SMP Taman Dewasa Telukbetung
- SMA Negeri Tanjungkarang
- Institut Teknik Bandung (ITB)

Karier:
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara
- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Selatan
- Presiden Direktur PT Jaka Utama
- Pemilik Klub Sepakbola Jaka Utama, Galatama
- Ketua Komite Daerah (Komda) PSSI Lampung

Hobi: Membina dunia olahraga, mulai dari sepak bola, catur, karate, dan renang. Bermain tenis lapangan dan tenis meja.

Editor: Amiruddin Sormin

 



#tokoh olahraga # sepak bola # Lampung # Jaka Utama # Marzuli Warganegara # pahlawan daerah # pembina olahraga
Berita Terkait
Ulasan