Wakili Indonesia, Mahasiswi Unila Bakal Kenalkan Adat Lampung di Miss Intercontinental di Jerman

Mahasiswi Unila Saat Ikuti Seleksi Miss Grand Tourism Indonesia 2022 | Lampungpro.co/Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Lampung (Unila), Dita Fatimatuzzahra (20), terpilih sebagai Miss Grand Tourism Indonesia 2022. Dita nantinya mewakili Indonesia di Miss Intercontinental 2022 di Jerman.

Miss Intercontinental sendiri, merupakan ajang kontes kecantikan internasional tahunan yang didirikan tahun 1971. Usai terpilih, mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional Unila ini, sangat bangga karena hal tersebut sesuai dengan cita-citanya sejak kecil.

"Bagi saya, ini merupakan pengalaman dan kesempatan yang sangat berharga. Miss Grand Tourism 2022 ini, sangat bagus untuk karir saya ke depan, karena ini peluang  untuk mengembangkan bakat yang Dita miliki,” kata Dita kepada Lampungpro, Senin (21/3/2022) via Whastapp.

Anak pasangan Wahyudin Hamid dan Nova Tamara ini, sedari kecil sudah diasah kemampuannya sebagai entertain, menuntut tampil di depan umum. Saat ini, Dita bekerja sebagai Presente TVRI Lampung dan Master of Ceremony (MC).

"Saya pernah dipercaya jadi Duta Pariwisata Kota Bandar Lampung 2018, sehingga saya melihat ajang Miss Grand Tourism Indonesia 2022 ini, hal positif dan relevan. Saya harap dapat menyuarakan dan merangkul masyarakat, hingga memberikan energi positif untuk memperkenalkan budaya Lampung," ujar Dita Fatimatuzzahra.

Kepada Lampungpro.co, Dita menceritakan pengalamannya bagaimana Ia bisa terpilih menjadi Miss Grand Tourism Indonesia 2022. Dita mulai ikut seleksi pada 9-12 Februari 2022, dirinya harus ikut karantina.

Dita akan memperkenalkan ciri khas Provinsi Lampung mulai dari pertanian, pariwisata, budaya, hingga pakaian Khas Lampung dalam Miss Intercontinental November 2022.

“Tapis Lampung hingga komoditi unggulan seperti kopi dan lada, akan saya perkenalkan. Hal ini karena kopi di Lampung, sudah sangat terkenal hingga ke mancanegara,” jelas Dita.

Untuk itu, Dita bersama dengan sebuah Organisasi akan melatih 1.000 wanita petani kopi dan lada, dalam menggunakan digital marketing. Selama sebulan, Dita akan melatih para petani wanita, bagaimana menggunakan teknologi dalam menunjang pekerjaan sehari-hari. (***)

Editor : Febri Arianto
Reportase : Asandy



#Mahasiswi # Unila # Fisip # Wanita # Grand Tourism # Bandar Lampung # Tapis
Berita Terkait
Ulasan