Datangi Polres Lampung Selatan Terkait Dugaan Penganiayaan, Begini Penjelasan Pengusaha Iskandar Hartawi

Iskandar Hartawi (kanan) dan Mapolres Lampung Selatan. LAMPUNGPRO.CO/DOK.GATRA

KALIANDA (Lampungpro.co): Pengusaha jasa konstruksi Iskandar Hartawi mendatangi Mapolres Lampung Selatan terkait pengaduan buruh bernama Riyan, warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (28/4/2022). Dia diminta keterangan atas sangkaan penculikan dan penganiayaan pada 23 Februari 2022. 


Saat ditemui di Mapolres Lampung Selatan, dia tak menampik jika keberadaannya di kantor korps Bhayangkara itu dalam rangka memberikan klarifikasi ke penyidik atas laporan Riyan. Kendati demikian, pada kesempatan itu kepada wartawan mengungkapkan kronologi peristiwa yang sebenarnya terjadi. 

Bahkan, dia menyodorkan bukti-bukti bahwa saat kejadian itu, dia sedang tidak berada di Lampung untuk suatu urusan. "Dengan Riyan itu sudah kenal lama. Karena sebelumnya kan pernah kerja di rumah saya sebagai satpam," ungkap Iskandar Hartawi, Kamis (28/4/2022).

Setelah tidak kerja lagi, Riyan diketahui buka bisnis pemasangan plafon. Sempat diberi pekerjaan pemasangan plafon di rumahnya dan dia mengaku puas atas pekerjaan Riyan. "Lihat hasil pekerjaan Riyan, maka dilain waktu kemudian saya kasih lagi pekerjaan lagi untuk pemasangan plavon di Masjid di Kotabumi Lampung Utara," kata dia. 

Tapi dia tak menyangka jika pekerjaan untuk masjid ini, ternyata apa yang diperbuat Riyan sangat jauh dari ekspetasi yang dibayangkan sebelumnya. Setelah ada kesepakatan untuk pekerjaan itu, Riyan meminta dana panjar Rp15 juta sebagai tanda jadi. 

KLIK BERITA SEBELUMNYA: Buruh Asal Natar Jadi Korban Pemukulan Suruhan Kontraktor, Pengacara Minta Pelaku Ditangkap

"Tapi, setelah dana itu saya kirim melalui transfer bank, Riyan malah menghilang tak ada kabar. Yang paling buat kecewa adalah, pemasangan plafon  masjid itu sama sekali tidak dikerjakan. Akibat belum dikerjakan plavon itu, proses renovasi hampir seluruhnya jadi terbelengkalai," ungkap Iskandar yang juga Ketua Umum DPP Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) itu.

Dia mengaku komunikasi dan kesepakatan dengan Riyan melalui chat aplikasi WhatsApp berikut kwitansi tanda terima. Kendati demikian, dia tak menampik pernah meminta anak buahnya, jika mengetahui keberadaan Riyan agar meminta pertanggungjawaban atas kesepakatan pekerjaan dan dana panjar yang diterima. 

"Hanya untuk meminta klarifikasi bagaimana pertanggungjawaban Riyan dengan pekerjaan masjid itu. Tidak pernah perintah untuk menculik apalagi menganiaya. Selain itu, saat kejadian itu saya memang sedang tidak berada di Lampung. Saya lagi di Jakarta," kata dia.

Dia yakin dan percaya kepada pihak penyidik Polres Lampung Selatan yang akan bekerja secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab. "Insya Allah saya selalu kooperatif. Taat kepada undang-undang dan hukum. Apa yang saya ungkapkan disini adalah apa adanya dan sebenarnya yang terjadi," kata dia. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Reportase: Hendra



#dugaan penganiayaan # pemberatan # polres lampung selatan # polsek natar # iskandar hartawi
Berita Terkait
Ulasan
X