Mahasiswa dan Elemen Masyarakat Tanggamus Tolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Aksi massa menolak kenaikan BBM bersubsidi di Kabupaten Tanggamus. LAMPUNGPRO.CO/CHANDRA

KOTA AGUNG (Lampungpro.co): Puluhan mahasiswa tergabung dalam PMII dan elemen masyarakat Kabupaten Tanggamus melaksanakan aksi demonstrasi menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, Senin (12/9/2022). Dalam aksi tersebut mahasiswa berkumpul di Taman Wisata Air Terjun Way Lalaan.


Ada pun jumlah peserta aksi adalah sebanyak 29 dengan koordinator Aris Muflihan dan selaku orator Dauri. Dalam orasinya peserta menyampaikan beberapa tuntutan yakni menolak tegas kenaikan harga BBM bersubsidi.

Kemudian, pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan menaikkan harga BBM karena kebijakan tersebut sangat tidak berpihak pada masyarakat. Program bantuan sosial yang diberikan hanyalah pemanis untuk menenangkan hati masyarakat namun menilai langkah yang diambil tersebut tidak tepat.

"Kami meminta pemerintah daerah dapat menyampaikan aspirasi kami ini kepada pemerintah pusat. Kami meminta pemerintah daerah dapat kembali mengkaji BUMD di Kabupaten Tanggamus karena menurut kami BUMD yang ada ini manfaatnya tidak dinikmati oleh masyarakat kabupaten Tanggamus, untuk itu kami meminta kepada pemerintah daerah dan penegak hukum yang ada di kabupaten Tanggamus dapat bertindak. Kami meminta untuk audensi terbuka bersama kami dalam menjawab keresahan masyarakat ini," kata Dauri.

Menanggapi tuntutan pendemo tersebut pihak Pemda Tanggamus melalui Sekertaris Daerah Kabupaten Tanggamus Hamid Heryansyah Lubis mengatakan pemerintah daerah menerima aspirasi tersebut. "Selaku pemerintah daerah dalam hal pendistribusian batuan sedang membahas untuk sasaran akan disalurkan," kata Hamid.

Selaku pemerintah daerah, pihaknya mendukung aspirasi masyarakat, namun pemerintah punya penjelasan tersendiri terkait kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM. "Kami tidak  bicara setuju dan tidak setuju terkait dengan kenaikan harga BBM namun harus kita pahami bersama bahwa apa yang menjadi kebijakan pemerintah pasti telah melalui kajian tentang pengalihan anggaran subsidi BBM tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut Lubis menjelaskan porsi terbesar dari subsidi yang dikurangi saat ini dilihkan untuk bantuan sosial masyarakat. "Untuk itu kami mengajak kepada seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk sama-sama memantau penyaluran dana bantuan sosial agar tepat sasaran," kata dia.

Terkait dengan BUMD, sesuai instruksi pemerintah pusat bahwa BUMD adalah untuk menopang perekonomian masyarakat dan menambah pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat kabupaten Tanggamus. Ada pun BUMD di kabupaten Tanggamus memberikan kontribusi terhadap masyarakat. "Untuk BUMD AMDK Wayku saat ini sedang kita kaji dikaitkan dengan hasil yang dicapai, untuk evaluasi akan tetap kita laksanakan bahkan jika ada temuan maka akan kita eksekusi," tandasnya.

Setelah mendapatkan jawaban atas tuntutan tersebut mahasiswa yang tergabung dalam PMII dan elemen masyarakat melanjutkan aksinya ke Gedung DPRD Kabupaten Tanggamus dan diterima Wakil ketua I DPRD kabupaten Tanggamus Irwandi Suralaga. Pada kesempatan tersebut Irwandi Suralaga memberikan tanggapan terhadap aksi tersebut dan akan meneruskan aspirasi dari mahasiswa serta elemen masyarakat kepada Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Bahkan anggota DPRD Kabupaten Tanggamus siap menandatangani nota kesepakatan yang disodorkan pendemo. Ada pun isi dari nota kesepakatan tersebut yakni pada Senin 12 September 2022 dibuat kesepakatan oleh anggota DPRD Tanggamus terhadap massa aksi tolak kenaikan BBM 2022 dalam hal ini sepakat dalam perjanjian tersebut.

1. Kami atas nama DPRD Tanggamus atas nama kemanusiaan untuk mengawal dan memastikan BBM turun.
2. Kami atas nama DPRD Tanggamus menolak kenaikan BBM yang sangat memberatkan rakyat.
3. Kami atas nama DPRD Tanggamus bersedia menyurati Bupati Tanggamus untuk mengambil sikap Tanggamus menolak kenaikan BBM.

"Secara sadar kami DPRD Tanggamus telah berkesepakatan untuk mendukung aksi massa di sumber dalam menolak kenaikan BBM apabila dalam waktu dua minggu terhitung sejak surat ini ditandatangani dan kami mengingkarinya kami siap didemo masa aksi lebih besar dan diturunkan dari jabatan kami."

Ditandatangani oleh Wakil Ketua 1 DPRD Tanggamus Irwandi Suralaga, Nuzul Irsan, Yoyok Sulistyo, Edi Yalismi, Mujibul Umam Fachrudin Nugroho. Aksi demo selesai dalam keadaan tertib dan aman, kegiatan tersebut mendapatkan pengamanan ketat dari Kodim 0424/Tanggamus dipimpin Letkol Arm. Micca Arruan, Polres Tanggamus dipimpin AKBP Stya Widhi Widaryadi, Satpol PP Kabupaten Tanggamus, dan Dishub Kabupaten Tanggamus. (***)

Editor: Amiruddin Sormin, Laporan: Chandra
 



#unjuk rasa # demo # BBM bersubsidi # mahasiswa # Tanggamus # DPRD # Pemkab # Polres Tanggamus
Berita Terkait
Ulasan
X