Bernilai Rp38 Miliar dan Tampung 2.000 Jamaah, Masjid Raya Pelabuhan Bakauheni Dibuka November 2022

Pembangunan Masjid Raya Bakauheni ditarget selesai pada Oktober 2022. SUARA.COM/ANTARA

BAKAUHENI (Lampungpro.co): PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengakselerasi pembangunan Bakauheni Harbour City (BHC) di Kabupaten Lampung Selatan. Prioritas ASDP Indonesia saat ini adalah penyelesaian pembangunan Masjid Raya Bakauheni yang progres fisiknya mencapai 70%.


Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan Masjid Raya Bakauheni mampu menampung sekitar 2.000 jamaah. Dibangun bersama PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nilai proyek sekitar Rp38 miliar dari crowdfunding (wakaf) masyarakat. "Ditargetkan selesai pada minggu ke-4 Oktober dan bisa digunakan untuk jamaah mulai November tahun ini. Masjid ini terdiri atas transition area, multifunction area, toilet, area wudhu, area utilitas, area shalat, serambi, imam lounge, dan observation deck," kata Shelvy di Jakarta, seperti dikutip Suara.com (jaringan media Lampungpro.co) dari Antara Kamis (22/9/2022).

Dia menjelaskan, proyek Masjid Raya Bakauheni merupakan tahap pertama dari keseluruhan tiga tahap pembangunan kawasan terintegrasi Kota Mandiri Bakauheni Harbour City (BHC) yang dikembangkan ASDP. Rinciannya, tahap 1 mencakup jangka waktu periode 2022-2030 yang terbagi lagi menjadi tahap 1A periode 2022-2025 seluas 41,9 ha yakni tahap pembangunan prioritas PSN yang berupa pengembangan fungsi utama pendukung aktivitas pelabuhan yaitu pembangunan theme park, hotel, komersial UMKM, fasilitas publik dan revitalisasi Menara Siger.

Kemudian, tahap 1B periode waktu 2026-2030 dengan luas 22,8 ha yang merupakan kelanjutan pengembangan area prioritas PSN dengan fokus berupa pengembangan hotel di Distrik 3 dan komersial pendukung. Untuk tahap kedua periode 2031-2040 seluas 64 ha mencakup peningkatan pelayanan Bakauheni Harbour City sebagai kawasan kota mandiri yakni pembangunan di Distrik 2 dan 3 untuk memperluas layanan BHC sebagai kawasan kota pelabuhan terintegrasi.

Tahap 3 periode 2041-2061 mencakup luas 31,2 ha yakni keberlanjutan dan diversifikasi pembangunan untuk memberikan keberagaman dan pembangunan yang telah dilaksanakan dengan opsi hotel, kondotel/vilatel, dan atraksi wisata. "Total luas lahan hingga tiga tahap mencapai 160 ha dengan perkiraan nilai keseluruhan investasi mencapai Rp4,7 triliun," katanya.

Selain Masjid Raya Bakauheni, pembangunan Kota Mandiri BHC juga mencakup Housing Development and Entrepreneurship Center (HDEC) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan PT BTN (Persero) Tbk, Renovasi Menara Siger bersama Pemprov Lampung dan PT BRI (Persero) Tbk, Creative HUB dengan Pemprov Lampung dan PT BNI (Persero) Tbk, UMKM Siger bersama Pemprov Lampung dan Bank Mandiri (Persero) Tbk, Krakatau Park bersama Jatim Park Group, dan pembangunan jalan akses lintas timur. Selain itu, juga terdapat Taman Konservasi Mangrove, Bakauheni Marina Festival, Aguarium and Maritime Experience Centre, Dermaga Wisata Bakauheni, dan Observatorium Teropong Bintang.

Dia menambahkan, Kota Mandiri BHCberada di lokasi strategis yakni pertemuan dua koridor ekonomi utama di Tanah Air yakni Jawa dan Sumatera. Saat ini, penyeberangan laut Merak-Bakauheni menjadi salah satu lintasan tersibuk di Indonesia dengan angka mencapai 20 juta penumpang pada 2019. "BHC ini akan menjadi hub pariwisata di Provinsi Lampung dan khususnya Kabupaten Lampung Selatan," kata dia. (***)

Editor: Amiruddin Sormin



#Pelabuhan Bakauheni # Pelabuhan Merak # penyeberangan # penumpang # ASDP # Bakauheni Harbour City # Masjid
Berita Terkait
Ulasan