Salah Kelola Dana PTPN 7 Rp30 Miliar, Polda Lampung segera Limpahkan Kasus Korupsi Mantan Direktur PT KNT

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyadm LAMPUNGPRO.CO/POLDA LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung segera melimpahkan mantan Direktur PT Karya Nusa Tujuh (KNT). Tersangka seorang wanita berinisial IN atas perkara tindak pidana korupsi pengelolaan dana yang tidak tepat sejak 2013--2020.


"Pad 16 November 2022 oleh  Kejaksaan Tinggi Lampung berkas perkara dinyatakan lengkap (P21). Penyidik akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan pada 5 Desember 2022," kata Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus melalui Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad di Mapolda Lampung, Rabu (23/11/2022).

Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Arie Rachman Nafaran. modus yang dilakukan tersangka saat menjabat manager keuangan PT KNT pada 2015 dengan membuka rekening pribadi. Tujuannya,  menampung hasil penjualan bahan pakan dan sapi dari para konsumen PT KNT.

"Dari uang itu tersangka IN menggunakannya untuk keperluan pribadi dan transaksi perdagangan berjangka komoditi melalui perusahaan pialang berjangka PT Solid Gold dan PT Monex Investindo Futures," kata dia.

Dalam perkara tersebut, pada 2013 PTPN 7 Bandar Lampung mendirikan anak perusahaan PT KNT yang bergerak bidang peternakan sapi.  Sumber modal dari dana penyertaan PTPN 7 sebesar Rp27 miliar dan koperasi karyawan PTPN 7 Rp 3 miliar dengan total Rp30 miliar.

Saat PT KNT berdiri berdiri pada 2013, tersangka IN menjabat sebagai Manager Keuangan dan 2017 tersangka diangkat jadi Direktur PT KNT. Pada Mei 2015 tersangka IN membuka rekening BCA atas nama  pribadi untuk menampung hasil penjualan bahan pakan bungkil sawit dan sapi dari para konsumen PT KNT.

"Pengelolaan dana yang digunakan tersangka IN tidak sesuai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha PT KNT dengan kegiatan usaha pertanian, perdagangan, pembangunan, perindustrian, jasa dan pengangkutan darat. Kemudian, tidak sesuai rencana kerja anggaran perusahaan  yang ditetapkan," kata Pandra.

Dia menambahkan dalam perkara tersebut kerugian negara berdasarkan hasil penghitungan dari BPKP Provinsi Lampung sebesar Rp5, 7 miliar yang bersumber dari anggaran dasar PT KNT
sebesar Rp30 miliiar dari sumber modal dana penyertaan PTPN 7 sebesar Rp27 Mililar dan koperasi karyawan PTPN 7 sebesar Rp3 miliar.

"Tersangka IN dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 8 juncto Pasal 18 UU RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun denda Rp1 miliar," kata Pandra. (***)

Editor: Amiruddin Sormin 



#Koruptor # korupsi # PTPN 7 # PT KNT # Polda Lampung # Kejaksaan Tinggi Lampung # P21 # tersangka
Berita Terkait
Ulasan
X