Beda Kandang Sistem Close House dan Open House, Ini Penjelasan Dosen Peternakan Polinela

Dosen Jurusan Peternakan Polinela, Gusma Gama Maradon, S.Pt., M.Si. | Lampungpro.co/Snd

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Perusahaan peternakan saat ini banyak yang menggunakan sistem kandang tertutup (Closed House). Hal tersebut untuk menghindari agar ayam yang dipelihara tidak terpengaruh oleh lingkungan luar.


Dosen Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Gusma Gama Maradon, S.Pt., M.Si. menjelaskan perbedaan antara kandang sistem terbuka (Open House) dengan sistem tertutup (Close House). “Jadi, prinsip dari kandang Close House ini membuat kondisi ayam menjadi nyaman dengan kita atur, seperti suhu dan kelembapan kita sesuaikan dengan kondisi dari kenyamanan ayam. Ini yang membedakan sistem open house dan close house, untuk sistem open house masih mengandalkan kondisi lingkungan,” ucap Gama kepada Lampungpro, Jumat (25/11/2022).

Kandang close house, ucap Gama, sendiri merupakan perkembangan dari industri peternakan yang ada. “Polinela untuk Jurusan Peternakan ini, mulai mengarahkan para mahasiswa dan lulusan untuk dapat mengerti pengoperasian kandang sistem close house. Jadi, disini kita memberikan pengetahuan mulai dari cara pemeliharaannya dan manajemen menggunakan sistem close house,” ujarnya.

Teaching Farm Broiler Closed House Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) (Snd)

Kandang close house sendiri memiliki beberapa komponen, kata Gama, diantaranya kipas, kemudian alat tempron untuk mengatur kecepatan dan waktu lamanya kipas tersebut bergerak. “Kemudian, alat yang mengatur kelembapan dan suhu yaitu Celdek. Dengan sistem kerja mengalirkan air dalam celdek, lalu ditarik dengan kipas, sehingga akan mendinginkan suhu ruang di dalam Close House,” urai Gama.

Selain itu, ujar Gama, untuk sistem Close House sendiri memiliki aturan agar ayam tetap sehat dan aman. “Karena, Close House itu berkaitan dengan sistem, maka berkaitan dengan manajemen orang yang boleh masuk. Diutamakan untuk orang yang bisa masuk hanya operatornya saja, karena jika terlalu sering atau terbuka akan mempengaruhi suhu yang ada di Close House dan berakibat dari kondisi ayam Broiler,” paparnya.       

Saat ini, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) sendiri sudah memiliki satu kandang sistem Close House dengan kapasitas 1.200 ekor ayam. Diharapkan dengan sistem pengenalan dan pembelajaran ini, mahasiswa dapat mengerti sistem kandang yang digunakan dalam perusahaan maupun industri ternak. (***)

Editor : Sandy



#Polinela # Peternakan # Kandang # Lampung # Ayam
Berita Terkait
Ulasan
X