Terjadi Sejak 2020, Rektor Karomani Sebut Praktik Setoran Mahasiswa Jalur Mandiri Sebagai Uang Infak

Rektor Unila Nonaktif Karomani Saat Diwawancarai Awak Media Usai Persidangan | Lampungpro.co

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Rektor Universitas Lampung (Unila) non aktif Karomani, mengakui praktik uang dalam penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri sejak 2020 silam. Meski demikian, Karomani membantah uang yang diterimanya bukan suap, melainkan infak sebagian untuk pembangunan Gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC).

Hal itu terungkap, saat Karomani menjadi saksi dalam kasus suap Unila terhadap terdakwa Andi Desfiandi, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Rabu (30/11/2022). Karomani mengakui, memerintahkan Kepala Biro Perencanaan dan Humas Universitas Lampung (Unila) Budi Sutomo, menanyakan ke para orang tua calon mahasiswa apakah mau berinfak atau tidak.

"Saya menugaskan Budi untuk bertanya setelah lulus, apakah mau berinfak atau tidak. Tapi saya tidak pernah menugaskan Budi untuk mengumpulkan infak, tapi saya mengarahkan ke beliau, kalau mau berinfak silahkan," kata Karomani dalam persidangan.

Namun Karomani tidak mengetahui, apakah pernyataannya disampaikan atau tidak ke orang tua calon mahasiswa. Perkara dengan Mualimin, Karomani memang menugaskannya untuk mengambil infak, bagi mahasiswa yang sudah lolos.

Kemudian dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri, Karomani mengaku tidak pernah ada perjanjian awal. Ada pun uang infak itu diberikan, setelah mendapat konfirmasi orang tua calon mahasiswa, lalu memerintahkan Budi Sutomo dan Mualimin untuk mengambilnya. (***)

Editor : Febri Arianto


>

#KPK # OTT # Korupsi # Suap # Rektor # Unila # Bandung # Perguruan Tinggi
Berita Terkait
Ulasan
X