Sidang Karomani, Beda Keterangan di Sidang dan BAP Soal Lampung Nahdliyin Center Hakim Tegur Asep Sukohar

Mantan Rektor Unila Karomani saat menjalani sidang suap penerimaan mahasiswa baru. LAMPUNGPRO.CO

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Majelis hakim menegur Warek II Unila Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Asep Sukoha saat bersaksi di sidang suap penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) dengan terdakwa mantan Rektor Unila Karomani.Teguran ini dilayangkan majelis hakim karena keterangan Asep Sukohar di persidangan berbeda dengan keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP). 

"Kami ingatkan kepada saudara agar berbicara yang benar dalam persidangan ini," kata Ketua Majelis hakim Lingga Setiawan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang Kelas 1A, Selasa (17/1/2023), seperti dikutip Suara.com (jaringan media Lampungpro.co) dari Antara.

Dia menegaskan bahwa saksi bisa terkena pidana apabila memberikan keterangan berbeda atau tidak benar dalam persidangan, karena telah disumpah."Saudara ini sudah disumpah. Kami ingatkan saudara bisa kena pidana, sehingga saksi bicara yang benar," kata dia.

Majelis hakim berbicara seperti itu didasari karena Saksi Asep Sukohar berbeda keterangan dari apa yang ada di berita acara pemeriksaan (BAP). "Saudara tidak menjawab seperti itu, BAP poin 10 yang bersangkutan (Karomani) itu menyetujui dengan syarat memberikan sumbangan ke Yayasan LNC (Lampung Nahdliyin Center). Jawaban saudara di persidangan, nanti kita lihat skor nilai, ini kan berbeda jauh," kata dia.

Tiga Wakil Rektor Unila menjadi saksi terhadap tiga terdakwa kasus suap PMB Unila tahun 2022. Tiga wakil rektor yang menjadi saksi yakni Warek II Unila Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Prof Asep Sukohar, Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni  Yulianto, dan Warek IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Lampung Suharso.

Terdakwa Rektor Unila nonaktif Prof Karomani menjalani sidang bersama terdakwa lainnya yakni Heryandi selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila dan M Basri selaku Ketua Senat Unila. Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan empat tersangka yang terdiri atas tiga orang selaku penerima suap, yakni Karomani (Rektor Unila nonaktif), Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri.

Sementara itu, untuk tersangka pemberi suap adalah pihak swasta yakni Andi Desfiandi yang saat ini berstatus terdakwa dan masih dalam proses menjalani sidang. (***)

Editor: Amiruddin Sormin 

 



#Kasus suap # penerimaan mahasiswa baru Unila # Karomani # Asep Sukohar # saksi # terdakwa # hakim # PN Tipikor Tanjungkarang
Berita Terkait
Ulasan
X