Wow...,Sejumlah Siswi SMP di Pengunungan Tengah Papua Masuk Kategori ODHA

WAMENA (Lampungpro.com): Sejumlah perempuan usia pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah pegunungan tengah Papua masuk dalam kategori Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal itu, karena sejak usia 15 tahun mereka sudah melakukan hubungan seksual tidak aman.

"Jangan dikira kalau anak-anak masih SMP mereka tidak akan melakukan hubungan seks. Mengingat, kami temui kalau usia 15 sampai 19 tahun yang banyak mengidap HIV/AIDS perempuan. Artinya yang sexual active-nya lebih dahulu adalah perempuan. Laki-laki jarang," kata Penanggungjawab program HIV/AIDS dan IMS Dinkes Jayawijaya Dokter Gabriel Yuristianti Andayani di Wamena, Senin (5/6/2017).

Walau tidak menyebutkan perbandingan jumlah pengidap HIV/AIDS antara laki-laki dan perempuan pada usia 15-19 tahun, Gabriel mengharapkan peran orangtua dalam pencegahan penyebaran penyakit itu. "Orangtua jangan mengabaikan anak-anak usia SMP dalam pengawasan. Sebab, dengan adanya teknologi, pornografi yang bisa diakses di Internet dapat merusak kehidupan mereka," kata dia.

Sementara pada pelajar usia 19-24 tahun ke atas, kata Gabriel lagi, pengidap HIV/AIDS lebih didominasi oleh laki-laki. Sebelumnya, ia mengungkapkan 6.450 penduduk di wilayah pegunungan tengah Papua mengidap HIV/AIDS, sehingga wajib mengkonsumsi obat antiretroviral (ARV) agar bertahan hidup lebih lama. "Jumlah penderita bisa saja bertambah sebab sebagian warga belum melakukan pemeriksaan," kata dia.

Ia mengatakan dari jumlah itu, sebanyak 3.500 orang sudah pernah mengkonsumsi obat ARV, tetapi hanya 1.100 yang rutin mengambil obat untuk dikonsumsi. Separuh penderita HIV/AIDS yang tidak mengambil obat, bisa jadi karena bosan mengkonsumsi obat setiap hari atau sudah meninggal dunia.

"Persoalan berat yang kita hadapi adalah kecenderungan masyarakat untuk tidak minum obat. Obat baru dapat diminum apabila yang bersangkutan jatuh terbaring karena sakit. Kalau masih bisa jalan, mereka tidak mau minum obat," kata dia.
Dinas kesehatan setempat, menurut dia, terus mencari keberadaan pasien-pasien yang tidak rutin meminum ARV dan mengajak mereka kembali mengkonsumsi obat ARV. (*/ANT/PRO2)



#ODHA # HIV/AIDS # Pengunungan Tengah # Papua # Seks # ARV # Pemeriksaan # Sakit # Obat # Lampung
Berita Terkait
Ulasan
X