UBL Gelar Kuliah Umum Bersama Imam Masjidil Aqsa Palestina

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Langkah Universitas Bandar Lampung (UBL) dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina tidak pernah main-main. Bahkan, semangatnya semakin besar karena bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan 1438 Hijriah.

Terlihat dari kuliah umum ‘Paparan Kondisi Kemanusiaan di Palestina’ bersama Imam Besar Masjidil Aqsa Al-Mubarak, As-Syeikh Mustafa Muhammed Abdurrahman al Tawil, yang diinisiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Aula Gedung F, Kampus A, Drs. H. RM. Barusman, Jumat (9/6/2017).

Dihadiri Rektor UBL Dr M Yusuf S Barusman, Dekan FEB Dr Andala Rama Putra Barusman, Sekretaris FEB Khairudin, Kaprodi Manajemen DrIskandar Ali Alam, Kaprodi Akuntansi Aminah, para mahasiswa dan dosen FEB. Termasuk perwakilan dari prodi dan fakultas lain di UBL.

Yusuf menyatakan kondisi kemanusiaan Palestina sejak dijajah Israel, hingga kini masih sangat memperihatinkan. Untuk itu, UBL menghargai upaya As-Syeikh Mustafa, sebagai pemuka agama dan tokoh masyarakat yang mengupayakan negaranya merdeka dan berdaulat. Terlebih, secara histologis, kondisi Palestina dengan Indonesia tidak jauh beda. Termasuk memiliki masyarakat yang majemuk.

 “Kami (UBL) siap membantu perjuangan Palestina. Kami selalu menghormati dan respek. Karena seperti di UBL, terdiri berbagai suku bangsa, agama, ras, dan latar belakang juga merasakan hal sama, seperti kesulitan rakyat Palestina. Untuk itu, kami juga mendorong upaya menyatukan berbagai kelompok (faksi) masyarakat, di dua wilayah besar yakni Tepi Barat dan Gaza,” kata dia.

Yusuf berharap melalui kuliah umum ini terjadi berbagi pengalaman (sharing experience) bagi sivitas akademika UBL dalam mengetahui langkah perjuangan rakyat Palestina. “Termasuk bagi negara Al Quds agar mampu mencontoh perjuangan rakyat Indonesia, berjuang merdeka. Termasuk memiliki falsafah idelogi pemersatu bangsa dengan Pancasila dan slogan Bhinneka Tunggal Ika-nya,” kata dia.

Terlebih, setiap warga negara Indonesia konsisten mempertahankan Empat Pilar Kebangsaan  dengan baik, bahkan di tiap lini kehidupan. “Kita beruntung memiliki Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945, yang menyatukan keberagaman. Lihatlah Palestina, Suriah, Yugoslavia, bahkan Uni Soviet terpecah belah karena tidak memiliki landasan kuat menjalankan berbangsa dan bernegara,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, UBL berkomitmen setiap langkah kebaikan di bulan baik. Terlebih, kuliah umum ini dapat menjadi studi banding bagi sivitas akademika UBL. Untuk ikut berempati pada kondisi masyarakat, dan merasakan semangat perjuangan yang berat. “Sehingga, kita menghargai kemerdekaan yang didapatkan. Bentuknya berkontribusi, terus berprestasi, bekerja keras, dan berikhtiar untuk kemajuan bangsa dan negara,” kata dia. 

Sedangkan, As-Syeikh Mustafa mengapresiasi rasa kebersamaan dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina. Tidak hanya sebagai negara dengan mayoritas muslim. Tetapi Indonesia dan Palestina menentang penjajahan antarnegara. “Bangsa Indonesia sangat baik dan menghormati perjuangan kami dalam mempertahankan wilayah, termasuk masjid Al Aqso,” sanjungnya. 

Tak lupa, dosen luar biasa di Universitas Al Quds Terbuka, berharap setelah kuliah umum ini, peran UBL dalam membantu perjuangan rakyat Palestina. Terutama dalam mengupayakan  kemerdekaan dan mempertahankan Masjidil Aqsa Al-Mubarak, dapat terus ditingkatkan.

“Semangat perjuangan Palestina, saya dapat rasakan di Indonesia, termasuk di sini (Lampung). Kami berterima kasih atas dukungan dan sumbangsih, berupa bantuan moril, materil hingga dukungan doa (tidak terhenti)nya. Saya yakin dengan izin Allah dan dukungan semua pihak (termasuk UBL), negara Palestina merdeka dengan ibu kota Al Quds terealisasi,” kata dia. (*/PRO2)

 

 



#Kuliah Umum # UBL # Palestina # Indonesia # Imam Besar # Masjidil Aqsa Al-Mubarak # Fakultas # Ekonomi dan Bisnis # FEB
Related Post
COMMENTS