Begal Marak, Warga Takut Melintas di Kebun PTPN 7 Trikora Lampung Selatan

JATIAGUNG (Lampungpro.com): Keindahan dan keteduhan perkebunan karet PTPN 7, Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, kini berubah seram. Tempat yang jadi favorit anak-anak muda berfoto selfie ini, kini menjadi seram lantaran maraknya aksi begal.

Sejumlah warga mengatakan agar berhati-hati bila lewat jalan perkebunan ini. "Dalam satu minggu ini sudah tiga orang orang yang meninggal dan berapa orang yang luka karena dipukuli," kata Roy Tuah, seorang netizen.

Seorang warga, Sumarsan Baihaqi, bahkan menulis surat untuk Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Selatan, melalui akunnya, soal ketakutan warga melintas di kawasan itu. "Kami masyarakat Desa Rejomulyo dan sekitarnya meminta perhatian, akhir-akhir ini di perkebunan karet PTPN 7 Trikora sering terjadi pembegalan hingga berujung pada kematian pemilik kendaraan," kata Sumarsan, Minggu (11/6/2017).

Dia menambahkan, "Bagi kami masyarakat Desa Rejomulyo dan sekitarnya hanya menginginkan keamanan dan kenyamanan ketika kami melalui Perkebunan Karet Trikora jam berapa pun," kata dia.

Korban tewas yang ditemukan di perkebunan ini yakni Hairudin (43). Saat ditemukan pada Selasa (6/6/2017), ada bekas jeratan pada leher lelaki yang tinggal di Jalan Pulau Damar, Kelurahan Wayhuwi, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan, itu. Kemudian ditemukan lecet di perutnya. Hairudin ditemukan tidak bernyawa di pinggir sungai Dusun Trikora, Desa Rejomulyo, Jatiagung, di dekat perkebunan karet PTPN 7 sekitar pukul 16.00. Saat itu lelaki yang akrab disapa Aeng ini tidak mengenakan busana. Motor Honda BeAt warna hitam dan ponsel miliknya juga raib. (PRO1)



#begal # ptpn 7 trikora # lampung selatan # polda lampung # perkebunan karet
Berita Terkait
Ulasan