Panen Padi, Petani di Lampung Timur Keluhkan Harga

LAMPUNG TIMUR (Lampungpro.com): Petani di Desa Balerejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur mengeluhkan harga gabah yang cenderung murah. Harga gabah usai panen yang masih dalam kondisi basah Rp3.900. Sedangkan gabah kering panen (GKP) hanya Rp4500 di tingkat petani. “Mau Lebaran harusnya kan naik,” ujar Joko (37) kepada Lampungpro.com, Minggu (18/6/2017).

Joko menyayangkan kondisi harga gabah di tingkat petani dengan beras di pasar. Menurut Joko, di pasar harga beras selalu mengalami kenaikan, terutama Ramadan dan jelang Idulfitri. Harga beras di Pasar Banarjoyo per kilogram mencapai Rp13 ribu. Menurut Joko, awal Ramadan harga beras per kilogram masih kisaran Rp10.000 di pasaran.

Hal senada dirasakan Slamet (48) petani desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur. Menurut Slamet harga beras yang selalu naik di pasar menandakan kebutuhan masyarakat meningkat. Meningkatnya kebutuhan masyarakat tersebut seharusnya berdampak terhadap tingginya harga gabah di tingkat petani. “Beras naik kok gabah turun,” ujar Slamet.

Menanggapi hal tersebut agen pengepul gabah, Sucipto (51) menjelaskan harga beras yang ada di pasar melalui banyak agen. Selain itu harga di beras di pasar adalah beras dengan jenis kualitas super. Sementara beras hasil panen petani merupakan jenis biasa. “Beda kualitas beda harga,” kata Sucipto saat dikonfirmasi Lampungpro.com, Senin (19/6/2017) siang.

Lebih lanjut Sucipto menjelaskan panen tidak hanya terjadi di Kecamatan Batanghari, tetapi beberapa kecamatan bahkan kabupaten lain mengalami panen. Oleh karena jumlah gabah yang terlalu banyak membuat harga tidak bisa tinggi. Bahkan Sucipto sampai menolak membeli gabah lantaran persediaan masih banyak. (PRO1)



#panen padi # gabah kering panen # gabak kering giling # bulog
Berita Terkait
Ulasan