CSR itu, Ceu Saptarini...

Namanya tak bisa dipisahkan dari hiruk pikuk penerapan tanggung jawab sosial perusahaan atau yang tren disebut corporate social responsibility (CSR). Hampir tak ada kegiatan CSR di Lampung yang luput dari perhatian dan kehadirannya. Bagi yang lama kenal dengan wanita bergelar doktor bidang manajemen sumber daya manusia ini, CSR itu bahkan diplesetkan dengan Ceu (Kakak) Saptarini .

Kegigihannya mengawal pelaksanaan CSR, bukan semata ingin menempatkan aktifitas sosial itu pada tempat sebenarnya, tapi ingin agar jangan banyak yang salah kaprah. “Ingat ini tanggung jawab sosial, bukan kewajiban. Semua harus memandang CSR dengan porsi yang benar, jangan dari sudut pandang masingp-masing. Mari duduk satu meja dan satukan langkah,” kata Saptarini yang didaulat menjadi Ketua Forum CSR Lampung ini kepada LampungPro, Selasa (27/12/2016).

Sudahkah CSR Lampung on the track? “Sejauh ini umumnya sudah on the track. Tapi masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam penyampaian informasi kepada pemangku kepentingan. Ini tugas bersama. Tak bisa CSR itu berdasarkan versi masing-masing. Ada undang-undang dan aturannya. Walau belum ideal, tapi harus dikawal,” kata Saptarini. (***)




#
Related Post
COMMENTS