Perang Antarwarga di Nduga Papua, 1 Tewas dan 36 Korban Luka Dievakuasi

WAMENA (Lampungpro.com): Aparat kepolisian telah mengevakuasi 36 orang yang menjadi korban luka-luka dalam insiden perang antarwarga di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Jumat (30/6/2017). Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba melalui telepon selulernya, mengatakan perang antarwarga yang menggunakan busur dan anak panah itu terjadi beberapa hari lalu dan sempat terhenti namun lanjut lagi dan sudah dihentikan oleh aparat keamanan. "Sampai sekarang sudah 36 korban yang mengalami luka parah sehingga kita evakuasi ke Wamena (Jayawijaya) dan Kabupaten Mimika. Satu orang meninggal dunia dalam insiden itu," kata dia.

Kapolres mengatakan 300 personil gabungan TNI/Polri sudah dikirim ke Nduga untuk meredam perang dua kubu tersebut. "Mudah-mudahan lewat pendekatan yang kita lakukan melalui tokoh adat, tokoh masyarakat, dapat meredam masyarakat untuk tidak melakukan perang lagi," kata Kapolres.

Ia memastikan perang itu juga mengakibatkan beberapa rumah rusak dan sejumlah warga mengungsi dari tempat tinggal. "Banyak korban dan pelayanan pemerintahan terhenti, bahkan banyak masyarakat yang mengungsi," kata dia.

Perang antarwarga, seperti dilansir Antara, dipicu beberapa perang yang terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan korban jiwa. Namun, belum dilakukan pembayaran kepala (bayar denda). "Ini dipicu perang yang terjadi sejak tahun 2013, 2014, 2016. Pak bupati sendiri sudah menyatakan bahwa ketika ada pertikaian (perang), pemerintah tidak bisa bayar (denda) karena tidak ada APBD untuk pembayaran denda," kata dia.

Menurut dia, Bupati Nduga berpandangan bahwa apabila APBD digunakan untuk pembayaran denda maka tidak ada pembangunan kemasyarakatan di sana, sebab dana yang ada hanya akan digunakan untuk pembayaran denda. (*/PRO2)



#Perang Antarwarga # Papua # Denda # Polisi # Tewas # Korban Luka # APBD # Lampung
Berita Terkait
Ulasan
X