BKSDA Bukittinggi Pantau Temuan Jejak Harimau di Kebun Warga Setempat

BUKITTINGGI (Lampungpro.com): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Bukittinggi, Sumatera Barat, melakukan pengecekan temuan jejak Harimau Sumatera di kebun warga setempat. Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Bukittinggi, AA Jusmar mengatakan, menurut keterangan warga jejak harimau ditemukan sekitar dua pekan lalu dan membuat warga resah. "Lokasinya di pinggiran Bukittinggi, berada di dua kelurahan yaitu Puhunpintu Kabun dan Kubugulai Bancah," kata Jusmar, Kamis (27/7/2017).

Meski laporan diterima sudah berselang dua pekan, jejak tersebut masih ditemukan di mulsa tanaman cabai merah milik warga. "Diperkirakan ada tiga ekor terdiri dari satu ekor harimau dewasa dan dua ekor anaknya. Keadaan seperti ini tentu menimbulkan keresahan warga," kata dia.

Jusmar menjelaskan, dilansir Antara, sesuai standar operasional prosedur bila terjadi konflik di suatu tempat, pihaknya akan melakukan penghalauan menggunakan suara meriam selama lima hari. "Selanjutnya akan didiamkan. Bila kemudian ditemukan kembali jejak baru, kami lakukan pemasangan perangkap di jalur yang mungkin dilalui harimau," jelasnya.

Polisi Hutan BKSDA setempat, Ciko, mengatakan jejak tersebut diperkirakan berasal dari harimau yang berada di Sitingkai, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Mak Kuto mengatakan meski sudah berselang dua minggu dan tidak ditemukan jejak baru, tetap menimbulkan keresahan karena lokasi yang berada dekat dengan ngarai. 
"Harimau memang suka menjelajah dan bisa menjelajah hingga radius 17 kilometer. Bila ada konflik bisa saja karena habitatnya terganggu atau mencari makan," kata dia. (**/PRO2)



#Jejak # Harimau # BKSDA # Bukittinggi # Sumatera Barat # Meresahkan # Warga # Kebun # Hewan # Jelajah
Berita Terkait
Ulasan