Bupati Klungkung Akui Sudah Petakan Anak Pengungsi untuk Sekolah

BALI (Lampungpro.com): Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan sudah memetakan anak-anak yang mengungsi ini untuk bersekolah sesuai sekolah terdekat dengan posko pengungsian. "Upaya ini kami lakukan agar anak-anak pengungsi Gunung Agung tidak putus sekolah karena malu dengan kondisinya saat ini," kata dia, Senin (26/9/2017), di Klungkung.

Untuk para pengungsi yang bersekolah menengah atas, kata Suwirta, pihaknya juga sudah memetakan sekolah yang dijadikan rujukan dan menerapkan pola sister brother atau satu siswa yang ada disekolah rujukan membantu anak pengungsi untuk diantar jemput sekolah atau menjadi sukarela. Hal ini juga akan diterapkan Pemkab Klungkung, agar SMA/SMK yang jadi rujukan agar siswa mau menjadi sukarelawan mengantar jemput anak-anak sekolah pengungsi yang bersekolah di tempat itu.

Pihaknya, dilansir Antara, mengakui dalam kurikulum SMA/SMK yang diterapkan di Desa Selat Karangasem dan kurikulum pendidikan SMA/SMK yang ada di Kabupaten Klungkung sedikit berbeda. "Namun, kami sudah meminta kepada guru agar tetap memberikan pendampingan kepada siswa agar mereka tetap bisa belajar dan bersekolah," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga menerima usulan untuk penerimaan anak-anak pengungsi tingkat SMP agar dapat bersekolah gratis di SMP swasta di daerah itu. "Karena SMP swasta di Klungkung paling banyak di Desa Takmung dan dekat dengan pengungsian. Dan apabila mereka bersekolah di SMP negeri yang ada di Desa Tiingan, maka sangat jauh menuju sekolah tersebut," kata dia.

Kemudian, untuk kegiatan belajar dan mengajar bagi siswa TK dan SD sudah mulai dilakukan pada hari ini, Senin (25/9/2017), yang sudah ribuan anak-anak mau bersekolah. Untuk bantuan seragam sekolah dan alat-alat tulis para anak-anak pengungsi Gunung Agung ini sudah disiapkan dan dalam segera diberikan sesuai distribusi posko-posko pengungsi yang ada di Kabupaten Klungkung.

"Kami sudah bentuk tim relawan yang akan membantu penyaluran logistik pakaian seragam sekolah anak ini agar semua anak-anak pengungsi Gunung Agung mendapat bantuan merata. Jangan sampai ada satu orang yang tidak mendapatkan bantuan ini," kata Bupati. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Klungkung di posko pengungsian setempat, hingga Senin (25/9/2017), pukul 12.20 WITA, jumlah pengungsi tercatat 17.369 jiwa. Mereka terdiri dari 4.003 kepala keluarga (KK), siswa SD (1.491), SMP (834), SMA (599), lansia (1.152), balita (1.120). “Total lokasi pengungsian 125 titik dengan pos induk GOR Swecapura,” kata seorang Relawan di posko pengungsian. (RUSMANA/PRO2)



#Klungkung # Bali # Petakan # Pendidikan # TK # SD # SMP # SMA # Lampung # Gunung Agung
Related Post
COMMENTS