Tingkatkan Produksi dan Kualitas Kopi, ini Skema Bisnis ala Nestle

TALANGPADANG (Lampungpro.com): PT Nestle Indonesia, memperkenalkan skema bisnis klaster dalam membantu peningkatan kesejahteraan petani kopi. Melalui skema ini, para petani mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara komprehensif.

Di Tanggamus, skema ini melibatkan 20 ribu petani. Dari jumlah itu, 16 ribu petani kini memiliki rekening di Bank BPTPN untuk mendapatkan akses kredit usaha rakyat (KUR). Model ini, untuk mengembangkan model finansial ecosystem dalam meningkatkan keunggulan kompetitif petani.

"Pembinaan ini mulai peremajaan tanaman, pemberian bibit kopi, akses teknologi budidaya, pemberian sarana paskapanen, akses, pasar, dan perbankan. Kegiatannya dari hulu ke hilir," kata Direktur Legal and Corporate Affairs PT Nestle Indonesia, Debora Tjandrakusuma, pada peringatan Hari Kopi Internasional di kebun percontohan PT Nestle, Dusun Penginyongan, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talanpadang, Tanggamus, Sabtu (30/9/2017).

Pemerintah Provinsi Lampung yang menjadi tuan rumah peringatan Hari Kopi Internasional memilik kebun PT Nestle sebagai wadah wisata sekaligus edukasi bagi peserta yang berasal dari berbagai Tanah Air. Hadir pada kesempatan tersebut para perwakilan negara sahabat dan penikmat kopi dari berbagai Tanah Air. Acara ini merupakan rangkaian peringatan yang dibuka Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Jumat (29/9/2017) dan puncaknya pada Minggu (1/10/2017) di Hotel Novotel Bandar Lampung.

Skema ini, menurut Debora, memastikan Nestle mendapat pasokan dari petani kopi Lampung yang berperan penting bagi keberlanjutakn bisnis, khususnya dalam menghasilkan produk kopi berkualitas.

"Nestle berkomitmen mendukung petani meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi. Pada gilirannya, ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan produktivitas dan kualitas yang tinggi, kesempatan petani kopi Lampung bersaing di pasar kopi nasional dan global, semakin terbuka lebar," kata Debora.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Adeham, atas nama Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo pada kesempatan itu, Hari Kopi Internasional menjadi momentum menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam menjadi kopi sebagai komoditas andalan Lampung. "Program pendampingan yang dilakukan Nestle selama lebih dari 20 tahun menjadi salah satu elemen penting mendukung produktivitas dan kualitas kopi Lampung," kata Adeham.

Provinsi Lampung memiliki 160.876 ha lahan kopi dengan produksi 110.122 ton per tahun. Produktivitasnya mencapai 790 kg/ha. Pada Peringatan Hari Kopi Internasional ini, juga digelar talkshow dengan menghadirkan empat pembicara dari Bank Indonesia, eksportir kopi, dan perwakilan petani kopi di Hotel Novotel, Minggu (1/10/2017) pukul 09.00-12.00. (PRO1)



#hari kopi internasional # pt nestle indonesia # budidaya kopi # kopi robusta # fine robusta # kopi robusta lampung # ekspor kopi
Berita Terkait
Ulasan
X