Kebiasaan, Ratusan Warga Pringsewu Bertahan Buang Air Besar di Sungai

PRINGSEWU (Lampungpro.com): Program Open Defecation Free (ODF) yang ditargetkan mengubah kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan (BABS) di Kabupaten Pringsewu, terkendala. Masalahnya, masih banyak warga terbiasa BABS di sungai.

Menurut Ketua Tim Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kecamatan Banyumas, Zaenal Abidin, dari 5.658 kepala keluarga (KK) masih tersisa 759 KK berprilaku BABS. Angka tertinggi BABS di Banyumas ada di Pekon Banyuwangi sekitar 408 KK belum punya jamban sehat.

"Total KK di Banyumas yang belum memiliki akses jamban sehat dan masih BABS masih 759 KK. Dari 11 pekon angka tertinggi BABS di Pekon Banyuwangi 414 KK," kata Zaenal Abidin pada rapat pemanfaatan dana desa untuk mendukung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam percepatan ODF Pringsewu 2017, di Balai Pekon Banyumas, Selasa (10/10/2017).

Acara ini digelar Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) Pringsewu. Menurut Camat Banyumas, Indra Heriadi, pihaknya menargetkan ODF rampung November ini. "Kita terus berupaya untuk percepatan ODF khususnya untukpekon yang angka BABS masih tinggi, seluruh tim STBM dan Uspika dikerahkan untuk memicu masyarakat," kata Indra.

Pada bagian lain, Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati, menyebutkan kebiasaan BABS ini bukan karena ketidakmampuan biaya, tetapi prilaku dan kebiasaan yang turun temurun. "Banyak keluarga mampu, tapi masih BABS di kolam, dan sungai, seperti di Pekon Banyumas. Mereka itu punya jamban, tetapi saptiktank belum ada, dan pembuangan akhirnya dialirkan ke sungai dan kolam," kata Febrilia.

Menurut dia, progres di Banyumas cukup bagus. Data per April 2017, angka BABS masih 1.021 KK, hingga Oktober ini tersisa 759 KK. Dari sebelas Pekon di Kecamatan Banyumas baru satu Pekon yang ODF yaitu Pekon Sriwungu. Sepuluh pekon lainnya berproses untuk percepatan ODF. "Target ODF November, jangan sampai target tersebut tidak tertunda karena angka BABS di Pekon Banyumas masih tinggi," ungkap Febri.

Sedangkan Kepala Bindang Pemberdayaan Masyarakat Desa, DPMP, Sugiyanto mengungkapkan sanitasi merupakan program utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu. "Bupati Sujadi secara tegas menyampaikan Pringsewu ODF akhir 2017, berbagai upaya dilakukan dari pemanfaatan dana desa untuk mendukung percepatan ODF lewat BUMDes," kata Sugiyanto.

Dasarnya Perbub No.41/2015 tentang pemanfaatan dana BUMDES untuk Sanitasi, Perbub No.37/2016 tentang STBM dan SK Bupati No.378/2017 tentang Gerakan Bersama Masyarakat ODF 2017. "Jadi, tidak ada lagi alasan BABS, kerena ini adalah program utama dan sangat erat kaitannya untuk kualitas hidup masyarakat," kata Sugiyanto. (PRO1)



#pringsewu # buang air sembarangan # prilaku hidup sehat # sanitasi #kesehatan # BUMDes
Berita Terkait
Ulasan