Diterjang Banjir, Rumah Kakek Nenek di Bandar Lampung ini Nyaris Ambruk ke Sungai

#portalberitalampung #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata #portalberitawisatanasional #portalberitaolahraga #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co): Rumah sepasang kakek nenek berusia 70 tahun, yang berada di Jalan Zulkarnaen Subing RT I LK III Kelurahan Keteguhan, Teluk Betung Timur, Bandar Lampung ini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Hal ini lantaran rumah tersebut hampir roboh dan ambrol di salah satu bagian rumah, akibat terkena longsoran banjir yang menerjang sungai Keteguhan satu tahun yang lalu. Beruntung dalam peristiwa tersebut sepasang suami istri ini tidak menjadi korban. Hanya saja barang-barang yang dimilikinya hanyut diterjang derasnya air.

Diketahui sepasang suami istri lanjut usia tersebut bernama Kasja (80) dan Njum (70). Keduanya sudah menempati rumah tersebut selama 30 tahun lamanya. Semenjak terkena longsoran ini, rumah semi permanen kedua orang tua ini sudah lama tak pernah mendapatkan bantuan dari perangkat desa, maupun pemerintah kota Bandar Lampung.

Namun, meskipun hampir setengah rumahnya menggantung di tepi bibir sungai Keteguhan. Nenek Njum bersama sang suami tetap bertahan dirumahnya, lantaran terhimpit keadaan ekonomi dan lainnya.

Saat ditemui Lampungpro.co di rumahnya, nenek Njum mengakui masih ada sedikit rasa takut menyelimuti dia bersama sang suami, terlebih saat malam hari dan musim hujan. Namun, mereka bingung akan tinggal dimana jika tidak di rumah tersebut, ini karena keduanya tidak memiliki anak.

"Alhamdulillah masih bisa ditempati. Walau hanya bagian ruang depan, kamar, dan dapur. Ini rumah dan tanah sendiri. Kalau mau pindah ya pindah kemana. Karena kami tidak punya uang cukup. Anak juga tidak ada," ungkap Nenek Njum, Selasa (10/9/2019) sore.

Sementara, sang kakek Kasja yang tiap harinya bekerja serabutan ini berharap, kepada pemerintah dan pihak lainnya untuk dapat membantu meringankan bebannya, agar rumah tersebut tidak roboh.

"Alhamdulillah ini tadi sudah ada yang melihat dari pihak pemerintah, dan akan membuat tanggul di sebelah rumah yang sudah hilang ini menggunakan alat berat. Ini apapun yang terjadi kami akan tinggal disini. Kalau memang sudah ditakdirkan berdua meninggal kami serahkan kepada Allah," kata Kasja.(FEBRI/PRO2)

Related Post
COMMENTS