Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Demi Akhiri Konflik Gajah, Warga Sukorahayu Lampung Timur Rela Hibahkan Lahan Untuk Dibangun Tanggul
Lampungpro.co, 21-Aug-2026

Febri 235

Share

Pembangunan Tanggul Penghalang Gajah di Lampung Timur | Lampungpro.co

SUKADANA (Lampungpro.co): Pembangunan tanggul pembatas di wilayah Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, mendapat dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat.

Kepala Desa Sukorahayu, Afria Syahdi mengatakan, pembangunan tanggul tersebut sudah mendapatkan izin, dan juga telah menjadi kesepakatan antara petani dan perangkat desa.

"Kalau dari kami, desa dan para petani sudah sepakat. Kami malah minta supaya progres pembangunannya segera jalan dan cepat diselesaikan," kata Afria Syahdi, Jumat (21/8/2026).

Afria juga meluruskan pemberitaan sebelumnya, yang menyebut akses warga menuju sawah atau kebun terhambat akibat pembangunan tanggul. Menurut Afria, masyarakat justru memberikan dukungan agar pembangunan tanggul segera direalisasikan, bahkan warga bersedia menghibahkan sebagian tanahnya untuk kebutuhan pembangunan.

"Lahan yang disiapkan warga memiliki ukuran sekitar 20 meter kali 600 meter. Itu warga siap hibahkan, supaya pembangunan tanggulnya bisa segera direalisasikan," ujar Afria.

Kondisi tanah di wilayah tersebut, juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan. Selain kesiapan lahan, warga dan perangkat desa juga telah diminta menyiapkan surat pernyataan, sebagai bentuk kesediaan menghibahkan tanah.

Langkah tersebut, dilakukan agar tidak ada persoalan terkait lahan di kemudian hari, sehingga pembangunan tanggul dapat segera diselesaikan. Afria menegaskan, dukungan terhadap tanggul tersebut berkaitan erat dengan konflik gajah Sumatera, yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dukungan juga disampaikan warga Desa Sukorahayu bernama Rahmad, yang telah menghibahkan tanah untuk mendukung pembangunan tanggul tersebut. Hibah tersebut, nantinya diberikan tanpa meminta ganti rugi maupun kompensasi.

Menurut Rahmad, keberadaan tanggul sangat dibutuhkan karena gajah beberapa kali masuk ke wilayah pertanian masyarakat. Karena itu, ia berharap pembangunan tanggul tidak berlarut-larut.

Pemerintah desa dan warga berharap, kesiapan lahan serta dukungan masyarakat tersebut, dapat mempercepat proses pembangunan tanggul sebagai salah satu upaya mengurangi konflik manusia dan gajah Sumatra di wilayah Sukorahayu. (***)

Editor : Febri Arianto

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
ASN Disuruh Absen Pagi dan Sore. Lalu,...

Pernyataan seorang anggota DPR yang mengatakan masih ada ASN...

19442


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved