Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dianggap Provokatif, Bupati Lampung Tengah Loekman Minta Pengajian Musa-Dito Dihentikan
Lampungpro.co, 27-Sep-2019

Amiruddin Sormin 2827

Share

LAMPUNG TENGAH (Lampungpro.co): Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto, menyoroti Pengajian Tablig Akbar Ustad Soleh Mahmud (Solmed) bersama Musa-Dito Pairin. Loekman menuding pengajian tersebut justru memprovokatif rakyatnya dan meminta untuk menghentikan jika hal itu kembali terjadi. Ustad Kondang asal DKI Jakarta itu turut andil dalam sosialisasi pasangan MUDA yang digelar selama dua hari dengan enam titik di Kabupaten Lamteng, Selasa (24/9/2019) hingga Rabu (25/9/2019) kemarin.

"Tolong pak-buk di daerah sini kan belum (Seputihraman). Ada pengajian yang dibungkus dengan isinya kampanye. Saya tak mempermasalahkan itu, sah-saha jika ingin bersosialisasi. Tapi tolong jngan menjelek-jelekan orang dan menghasut masyarakat untuk terpecah belah," ujar Bupati disela-sela kegiatan silaturahmi bersama aparat kampung di Kecamatan Seputihraman, Kamis (26/9/2019) kemarin.

Karena itulah kemudian Loekman sangat menyayangkan bahwa pengajian yang disampaikan Ustad Solmed itu mengandung ujaran kebencian seolah mengajak masyarakat Lamteng untuk membenci dirinya. "Mosok aku dikatain kalau mau berkunjung ke kampung ataupun kecamatan, para kakam ditarikan duit karena mau menyambut saya datang kalau mau berkunjung. Yang ada aku yang ngasih, bukannya dikasih," tampiknya dihadapan Linmas kecamatan setempat.

Sinyal kekhawatiran Bupati Lamteng itu muncul hingga memelintir julukan Ustad Solmed melintir menjadi Ustad Celometan. "Jika ingin bersosialisasi silahkan. Saya enggak ada masalah ataupun untuk melarangnya. Tapi, kalianlah sebagai masyarakat yang harus bergerak aktif apabila ada kegiatan yang memprovokasi ataupun akan memecah belahan kita, ya harus dihentikan. Ndak pa-pa ngomong saja dan naik ke atas panggung," tegasnya.

Ia mengkhawatirkan jika hal itu nantinya dapat membuat masyarakatnya ricuh. Karena ia menganggap bahwa dirinya pun memiliki basis massa yang militan. Ditakutkan timbul hal-hal yang tidak diinginkan.(SUBRATA/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Kontroversi VS Kerja Nyata DPRD Kota Bandar...

Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...

11450


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved