JAKARTA (Lampungpro.com): Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengatakan angkutan kereta api (KA) merupakan salah satu solusi mengatasi kemacetan Kota Bandar Lampung. Jalur yang ada sekarang harus dimaksimalkan menjadi KA commuter yang menghubungkan Bandar Lampung, terutama menuju Bandara Radin Inten II.
"Sejak dulu, jalur dari Bandara Radin Inten II menuju pusat kota Bandar Lampung itu Jalan Zainal Abidin PA, Jalan Teuku Umar, Jalan Radin Inten II, dan sebaliknya. Sampai kapan pun, ya, tetap itu jalannya. Ngak mungkin bikin jalan baru. Kalau tidak dicarikan alternatif, jalan-jalan utama itu akan macet total," kata Gubernur Ridho pada rapat bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, di Kantor Kemenhub Jalan Medan Merdeka Barat No.8, Jakarta, Senin (10/7/2017).
Tanda-tanda ke arah itu, kata Gubernur, mulai tampak. Jika ada kendaraan mogok dan kecelakaan di jalur itu, dalam waktu singkat terjadi kemacetan total. Itu terjadi, karena makin berkembangnya daerah sisi kiri kanan jalan yang tak lagi sesuai peruntukan. Misalnya, kawasan Gedongmeneng, Kedaton, yang semula kawasan pendidikan, kini beralih menjadi kawasan bisnis.
"Ini semua berdampak pada arus lalu lintas. Hampir semua kampus besar ada di kawasan ini. Akses masyarakat menuju pusat kota cuma dari jalur ini. Namun jika ada KA commuter, tentu ada alternatif mengakses kota. Untuk itu, rel KA yang ada harus dijadikan angkutan penumpang sebagai alternatif menembus kemacetan Bandar Lampung dengan catatan harus elevated, agar tak bertemu dengan jalur kendaraan," kata Ridho.
Untuk itu, Gubernur meminta Ditjen Perkerataapian, meningkatkan fungsi jalur rel KA existing (terpasang) Rejosari-Tarahan sebagai solusi mengatasi kemacetan Bandar Lampung. "Jalur ini harus jadi commuter agar akses menuju Bandara dari dalam kota makin cepat," kata Gubernur.
Menanggapi usulan ini, Dirjen Prasetyo Boeditjahjono, berjanji membentuk tim khusus untuk mengkajinya agar sejalan dengan pembangunan jalur lingkar luar Rejosari-Tarahan yang dikhususkan untuk KA industri. "Kami berterima kasih, Pak Gubernur kembali mengingatkan kami untuk segera membenahi masalah ini. Kami butuh dukungan seperti ini agar perencanaan bisa berjalan di lapangan," kata Prasetyo.
Menurut Prasetyo, jalur Rejosari-Tarahan yang akan ditinggalkan KA industri, tetap harus dimaksimalkan agar tidak terbengkalai. "KA commuter memang yang paling tepat. Apalagi rel ini melewati tengah kota," kata Prasetyo. (PRO1)
Berikan Komentar
Taman Wisata Wira Garden memang menjadi salah satu destinasi...
1139
294
05-Apr-2026
274
05-Apr-2026
262
05-Apr-2026
527
05-Apr-2026
1139
05-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia