Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Gubernur Ridho: Kereta Api Solusi Atasi Macet Bandar Lampung
Lampungpro.co, 11-Jul-2017

Amiruddin Sormin 2120

Share

JAKARTA (Lampungpro.com): Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengatakan angkutan kereta api (KA) merupakan salah satu solusi mengatasi kemacetan Kota Bandar Lampung. Jalur yang ada sekarang harus dimaksimalkan menjadi KA commuter yang menghubungkan Bandar Lampung, terutama menuju Bandara Radin Inten II.

"Sejak dulu, jalur dari Bandara Radin Inten II menuju pusat kota Bandar Lampung itu Jalan Zainal Abidin PA, Jalan Teuku Umar, Jalan Radin Inten II, dan sebaliknya. Sampai kapan pun, ya, tetap itu jalannya. Ngak mungkin bikin jalan baru. Kalau tidak dicarikan alternatif, jalan-jalan utama itu akan macet total," kata Gubernur Ridho pada rapat bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, di Kantor Kemenhub Jalan Medan Merdeka Barat No.8, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Tanda-tanda ke arah itu, kata Gubernur, mulai tampak. Jika ada kendaraan mogok dan kecelakaan di jalur itu, dalam waktu singkat terjadi kemacetan total. Itu terjadi, karena makin berkembangnya daerah sisi kiri kanan jalan yang tak lagi sesuai peruntukan. Misalnya, kawasan Gedongmeneng, Kedaton, yang semula kawasan pendidikan, kini beralih menjadi kawasan bisnis.

"Ini semua berdampak pada arus lalu lintas. Hampir semua kampus besar ada di kawasan ini. Akses masyarakat menuju pusat kota cuma dari jalur ini. Namun jika ada KA commuter, tentu ada alternatif mengakses kota. Untuk itu, rel KA yang ada harus dijadikan angkutan penumpang sebagai alternatif menembus kemacetan Bandar Lampung dengan catatan harus elevated, agar tak bertemu dengan jalur kendaraan," kata Ridho.

Untuk itu, Gubernur meminta Ditjen Perkerataapian, meningkatkan fungsi jalur rel KA existing (terpasang) Rejosari-Tarahan sebagai solusi mengatasi kemacetan Bandar Lampung. "Jalur ini harus jadi commuter agar akses menuju Bandara dari dalam kota makin cepat," kata Gubernur.

Menanggapi usulan ini, Dirjen Prasetyo Boeditjahjono, berjanji membentuk tim khusus untuk mengkajinya agar sejalan dengan pembangunan jalur lingkar luar Rejosari-Tarahan yang dikhususkan untuk KA industri. "Kami berterima kasih, Pak Gubernur kembali mengingatkan kami untuk segera membenahi masalah ini. Kami butuh dukungan seperti ini agar perencanaan bisa berjalan di lapangan," kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, jalur Rejosari-Tarahan yang akan ditinggalkan KA industri, tetap harus dimaksimalkan agar tidak terbengkalai. "KA commuter memang yang paling tepat. Apalagi rel ini melewati tengah kota," kata Prasetyo. (PRO1)

 

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Belajar dari Peristiwa Dua Mahasiswi Hanyut di...

Taman Wisata Wira Garden memang menjadi salah satu destinasi...

1139


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved