Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

JTTS Diyakini akan Tingkatkan Perekonomian Lampung
Lampungpro.co, 18-Apr-2018

Lukman Hakim 850

Share

#beritapolitiklampung #webberitadaerah #webberitanasional #portalberitalampung #portalberitawisatanasional #portalberitaasiangames #portalberitapendidikan #beritaolahragalampung #beritaolahraganasional #lampungproberitalampung #lampungprodotcom #webberitalampung #portalberitanasional #beritalampungterkini #beritakulinerlampung #beritawisatalampung #portalberitawisata Lampung, Indonesia

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan menjelaskan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) akan meningkatkan perekonomian Lampung. "Adanya JTTS ini harus didukung rest area yang memadai, serta antisipasi akan adanya penumpukan dan kemacetan kendaraan," kata dia, pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD), di Ruang Way Halim Hotel Horison, Bandar Lampung, Selasa (17/4/2018).

Sedangkan Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Kementerian Keuangan, Brahmantio Isdijoso, menyampaikan semua pihak menginginkan pembangunan JTTS mampu berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, salah satunya masyarakat Lampung.

"Alhamdulillah apa yang disampaikan terkait progres JTTS di Lampung telah berjalan dengan baik, dan tercepat selama proses pembangunannya dibandingkan provinsi lainnya. Tentu hal tersebut akan berdampak positif bagi perekonomian Lampung," kata Brahmantio.

Sementara itu, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyaraksat (LPEM) Universitas Indonesia, Denny Irawan menjelaskan cakupan studi pada value capture yaitu analisis dampak ekonomi, estimasi willingness to contribute dan penyusunan skema value capture.

Dalam analisis dampak ekonomi, Denny menjelaskan pembangunan JTTS akan berdampak pada sektor-sektor pembangunan seperti sektor bangunan, sektor transportasi darat, sektor perdagangan, sektor industri pengolahan dan sektor primer.

"Pada sektor pembangunan, Provinsi Lampung akan memiliki multiplier output 1,67 dan multiplier nilai tambah 2,45. Sedangkan sektor transportasi darat akan memiliki multiplier output 1,55 dan multiplier nilai tambah 1,75," kata dia.

Terkait estimasi willingness to contribute, jelas Denny, hal itu ditujukan untuk memprediksi kesediaan pemangku kepentingan yang memperoleh manfaat dari keberadaan JTTS untuk turut berpartisipasi dalam skema value capture.

Hal itu ditujukan untuk pendanaan JTTS.� Dalam penyusunan skema value capture, terdapat aspek-aspek penerima manfaat, koordinasi, waktu inisiasi, basis pungutan, frekuensi, cakupan biaya, tingkat wewenang dan cakupan area. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Eva Dwiana Lanjut, Banjir Bandar Lampung Bakal...

Sebagai salah satu warga Bandar Lampung yang jadi korban...

3771


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved