PRINGSEWU (Lampungpro.com): Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) memaparkan ribuan warga Kabupaten Pringsewu masih buang air besar sembarangan (BABS) di empang, sungai, dan kebun. Satu di antaranya Kecamatan Pardasuka.
Menurut data progres Tim Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kabupaten Pringsewu, masih ada 1.274 rumah tangga belum mengakses jamban sehat atau keluarganya masih BABS. Hanya satu kecamatan yang tidak lagi BABS yakni Pagelaran.
"Persoalan BABS di Pringsewu bukan sekedar perkara pembiayaan dan penyediaan fasilitas jamban sehat tetapi juga persoalan prilaku atau kebiasaan yang masih dilakukan warga. Butuh sinergi seluruh pihak dalam mengubah prilaku BABS warga, khususnya di Kecamatan Pardasuka dan Pringsewu umumnya, kata Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati, rapat Pembentukan Team Verifikasi Kecamatan dan Monitoring di Aula Kantor Camat Pardasuka, Pringsewu, Kamis (24/8/2017).
Kegiatan ini digelar YKWS dan Dinas Kesehatan Pringsewu dengan target menuju Open Defecation Free (ODF) Kabupaten Pringsewu melalui pendekatan STBM. Peserta berjumlah 30 terdiri dari Camat Pardasuka, perwakilan Polsek Pardasuka, Koramil, sepuluh perwakilan kepala pekon, team penggerak PKK Kecamatan, Team STBM, dan petugas kesehatan Puskesmas Pardasuka.
Camat Pardasukan A. Heru Oktafa, mengungkapkan ada dua dari 13 pekon di Pardasuka yang mayoritas warganya melakukan BABS di aliran sungai, yakni Rantau Kijang dan Kedaung. Sebetulnya banyak warga yang memiliki jamban di setiap rumah, tetapi tidak digunakan karena dua pekon ini dilintasi sungai. Warga lebih suka buang hajat di sungai. Ini tantangan berat, tetapi kami optimistis pada 2017 ini seluruh warga di Pardasuka mengakses jamban sehat dan tidak lagi BABS, kata Heru.
Untuk itu, seluruh kepala pekon di Pardasuka terus diminta menyelesaikan persoalan BABS. Anggota Koramil dan Polsek juga aktif dalam menyelesaikan hal tersebut demi terwujudnya ODF 2017 sesuai mandat Bapak Sujadi Sadat Bupati Pringsewu, kata Heru.
Menurut Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Pringsewu, Tati Zarmi, regulasi, anggaran, dan kelembagaan di Pringsewu sesuai dan lengkap. Tidak ada alasan lagi kalau warga masih BABS, secara umum warga Pringsewu itu mampu untuk membuat paket jamban sehat, dan bahkan sebagian besar BUMDes di Pringsewu mengalokasikan paket kredit lunak untuk pembuatan jamban sehat bagi warga yang belum mampu," kata Tati Zarmi.
Upaya monitoring progres terus dilakukan di setiap pekon dan kecamatan. Agustus hingga Oktober ini merupakan upaya monitoring progress sekaligus pembetukan team verifikasi. November kita sudah harus melakukan verifikasi menyeluruh sehingga Desember itu bisa deklarasi ODF Kabupaten, kata Tati. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16099
EKBIS
8703
Bandar Lampung
6065
115
04-Apr-2025
317
03-Apr-2025
360
03-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia