Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Peringati 100 Tahun Transmigrasi, Tulangbawang Barat Gelar Festival Tubaba
Lampungpro.co, 20-Dec-2017

Lukman Hakim 3020

Share

Lampungpro.com, Portal berita Lampung, Portal Berita Online Lampung, Situs Berita Online Lampung, Berita Online Lampung Terdepan, Berita Online Lampung Terkini, Situs Berita Pembangunan Lampung, Situs Berita Pariwisata Lampung, Situs Berita Pendidikan Lampung, Portal Berita Politik Lampung, Portal Berita Nasional Lampung, Portal Berita Olahraga Lampung, Portal Berita Lampung Terkini, Berita Bisnis Lampung Terdepan, Berita Politik Lampung Terkini, Persiapan Asean Games, Berita Asian Games Terkini

TULANGBAWANG BARAT (Lampungpro.com): Menyongsong 100 tahun transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat merencanakan pembuatan ruang kota transmigrasi. Hal ini karena sejak 1918, tahun transmigrasi besar-besaran, belum dikonsep ruang perkotaan, semua pedesaan. Semua itu bermula ketika Belanda mengirim orang ke Tulangbawang Barat, tepatnya Kertasari.

Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad mengaku akan membangun kota multikultural di daerah transmigrasi, Wayabung. Ruang di Wayabung, kata Umar, akan disiapkan menjadi kota transmigrasi. Jika tidak demikian, kata Umar, akan ada orang yang kembali ke Jawa. "Karena yang berhasil dari transmigrasi cenderung kembali ke Jawa," kata Umar, saat dihubungi Lampungpro.com, Rabu (20/12/2017).

Perencanaan tersebut, kata Umar, akan digelar berbarengan dengan Festival Tubaba bertajuk 'Menuju Kota Multikultural-100 Tahun Harapan'. Kegiatan yang diagendakan 20-22 Desember 2017 di Tugu Rato dan Sesat Agung-Tubaba ini, merupakan festival mengenang sejarah sekaligus perbaikan.

Festival Tubaba 2017 ini pun meliputi penampilan seni pertunjukan. Di antaranya, gitar klasik, tari nenemo, musik kolaborasi Ellen Begwan Jordan (Weles), Jade Flahive Gilbert (Inggris), Chuck Jordan (Amerika), Victor Hugo Hidalgo (Meksiko) dengan musisi Lawe Samagha dan Gempur Santosa, Bandung Blues Society. Selain itu, ada juga penampilan Marhaen Band dan Teater Tubaba.

Hari terakhir acara akan ada seni pertunjukkan anak-anak oleh Elia Sunarto, kolaborasi Peter Szilagi bersama grup gamelan Tubaba 'Ngundi Laras' dan Lampung Rakata Jazz Club. Sementara Pemda setempat akan memamerkan seni rupa dari para perupa muda. (**/PRO2)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16808


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved