JAKARTA (Lampungpro.com): Buruh media dan jurnalis merayakan May Day 2017 di tengah gelombang digitalisasi. Pada April lalu, setidaknya dua organisasi yang menaungi perusahaan media siber didirikan yakni Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Dalam deklarasi AMSI yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta (18/4/2017), Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyebut kini ada sekitar 43 Ribu media online yang tersebar di penjuru nusantara.
Alliansi Jurnalis Independen (AJI) menyambut baik kehadiran stakeholder baru yang memayungi industri media digital. Namun di sisi lain, AJI mengingatkan agar organisasi media siber serta para pelaku industri media massa tak abai memenuhi hak-hak pekerja media. "Selain itu, perusahaan agar tak melupakan kewajiban-kewajiban yang muncul sebagai dampak perubahan pola kerja dan tuntutan kebutuhan jurnalis di tengah maraknya digitalisasi," kata Ketua AJI Suwarjono, dalam siaran pers yang diterima Lampungpro.com, Senin (1/5/2017).
AJI menyadari gelombang digitalisasi telah menerpa seluruh platform media di Indonesia baik itu media cetak, media televisi, radio maupun media siber. Bahkan kini bermunculan platform baru perusahaan media yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang mendorong kian derasnya arus informasi. Tren media sosial juga menjadi tantangan nyata bagi ekslusivitas informasi di perusahaan media.
Prakteknya, -kerja jurnalistik justru terbawa arus media sosial yang secara akurasi, kualitas informasi, sama sekali berbeda dengan proses editorial. Pada sisi lain platform-platform digital dan industri media bagai simbiosis mutualisme yang saling berdampak satu sama lain. Berdasarkan data We Are Social, populasi pengguna internet di Indonesia menembus 132 juta orang atau sekitar 51% dari total penduduk 262 Juta (estimasi wearesocial.com). Jumlah pengguna internet ini meningkat 44 juta (sekitar 50%) dari jumlah pengguna internet 2016 yang tercatat sebesar 88,1 juta.
Penetrasi internet terhadap total populasi di Indonesia juga tercatat mengalami kenaikan signifikan dari angka 34 persen terhadap jumlah penduduk 2016 menjadi 51% tahun ini. Sedangkan pengguna media sosial aktif 106 juta (40 persen) dan yang aktif bermedia sosial di platform mobille sebanyak 92 juta orang.
Sejalan dengan kondisi itu, industri media online terus tumbuh signifikan. Berdasarkan data Dewan Pers, jumlah 43.000 media online di Indonesia menjadi kelompok media dengan jumlah terbesar setelah media cetak yang berjumlah 1.500. Stasiun televisi maupun radio yang rutin memproduksi berita, juga menunjukkan geliat dengan terpaan gelombang digitalisasi. Audiens kini bisa menikmati berita baik televisi, radio maupun media cetak dalam platform digital.
"Sejumlah perubahan penting terjadi dalam industri media dalam beberapa tahun ini turut dialami oleh kalangan jurnalis maupun pekerja media pada umumnya. Salah satunya adalah perubahan iklim kerja pekerja media akibat dari konvergensi yang dilakukan sejumlah media. Perubahan lain dari tren digitalisasi ini perlahan namun pasti juga membuat satu per satu media konvensional redup. Ini ditandai dengan turunnya oplah dan iklan, misalnya media cetak.
Perkembangan inilah yang dianggap memberi kontribusi dari tutupnya sejumlah media cetak, atau beralihnya media cetak ke edisi digital," kata Suwarjono. (PRO1)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
16578
EKBIS
9256
Lampung Selatan
5096
Bandar Lampung
4899
Bandar Lampung
4766
310
04-Apr-2025
381
04-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia