JAKARTA (Lampungpro.com): Polisi menangkap guru agama di salah satu SMA di Garut berinisial AS (54) karena menyebar ajakan untuk melakukan pengeboman di Jakarta pada 22 Mei. Polisi menjeratnya dengan UU terorisme dan ITE dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
"Pasal 6 Undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 15 tahun 2003. Pasal 45A ayat 2 Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 (ITE) dan Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
AS masih diperiksa polisi 7x24 jam. Truno mengatakan AS terancam dibui 20 tahun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Ancaman penjara minimal 5 tahun maksimal 20 tahun," jelas dia.
Sebelumnya diberitakan AS, seorang guru pelajaran agama diciduk tim Resmob Polres Garut lantaran menyebar ajakan untuk melakukan aksi pengeboman di Jakarta. AS menyebar ujaran tersebut ke sejumlah grup dan rekannya di WhatsApp. AS ditangkap Jumat (18/5/2019) dini hari di rumahnya Kampung Jatijajar, Cibatu. Ia mengaku salah telah memposting itu. AS berdalih HP-nya error dan tiba-tiba menyebar postingan tersebut.(**/PRO2)
Berikan Komentar
Pemkot Bandar Lampung tak perlu cari TPA baru sebagai...
329
Lampung Selatan
25595
Humaniora
3519
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia