YOGYAKARTA (Lampro): Presiden Joko Widodo dijadwalkan meletakkan batu pertama pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), akhir Januari 2017 ini di Kulonprogo, Yogyakarta. Pembangunan NYIA diharapkan dapat selesai pada Maret 2019. Dengan dibangunnya bandara baru di Yogyakarta ini dapat membuat Indonesia khususnya Yogyakarta lebih dikenal dunia.
Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan pemerintah daerah yang mendukung penuh rencana pembangunan itu. "Kementerian Perhubungan sangat mengapresiasi ketegasan, support dari bapak Sultan untuk project ini dan support ini bisa menjadi contoh provinsi lain, tanpa support pembangunan akan tersendat," ujar Budi Karya, di Jakarta, Senin (23/1/2017).
Menhub meminta kepada PT Angkasa Pura I untuk dapat menyelesaikan pembangunan bandara ini lebiih cepat dari waktu yang ditentukan. "Dalam kesempatan ini saya sampaikan proses ini seyogyanya bisa dilaksanakan dengan baik dan kami telah mengamanahkan kepada PT Angkasa Pura I untuk dapat menyelesaikan lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan sehingga menambah destinasi wisata di Yogyakarta," kata Budi.
Pembangunan bandara baru di sebelah barat Yogakarta ini, diharapkan dapat mendukung Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) sebagai kota destinasi wisata utama setelah Bali. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya problem Joglosemar segera pecah telor dengan international airport yang berkapasitas besar, apron-nya panjang, sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar, dan terminalnya berkelas dunia. Semakin cepat, bandara Kulonprogo jadi, semakin yakin, Joglosemar akan semakin konkret menjadi destinasi wisata kelas dunia, kata Arief Yahya.
DI sisi lain, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan HB X menjelaskan pihaknya dan PT Angkasa Pura I berupaya membebaskan tanah. "Kami bersama PT Angkasa Pura I telah berkoordinasi, dan memungkinan persoalan-persoalan sudah bisa kita selesaikan, dalam arti pembebasan (tanah) juga sudah kita lakukan," kata Sultan.
Sedangkan Mensesneg Pratikno menyampaikan keinginan Presiden RI agar pembangunan infrastruktur yang molor agar dapat segera diselesaikan. "Presiden ingin agar pembangunan infrastuktur yang sudah lama, tidak molor harus segera dilakukan, semakin lama semakin banyak kehilangan kesempatan," ungkapnya.
Senada dengan itu, Dirut PT Angkasa Pura I Danang S. Baskoro menyatakan kesiapan NYIA. Hal ini menurutnya dengan melihat Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang melebihi kapasitas. "Bandara Adisutjipto kapasitasnya jauh melebihi dari yang ada, akan lebih baik kalo Bandara Adisutjipto bisa ditingkatkan karena sudah tidak dapat dikembangkang maka alternatif lainnya pembangunan di Kulon Progo, tidak ada pilihan lain," kata Danang.
Pembayaran ganti kerugian lahan Paku Alam melalui penitipan (konsinyasi) di PN Wates melanjutkan proses penyelesaian pembebasan secara fisik lahan warga untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta dimana porsi lahan Paku Alam ini sebesar 27% (160 ha) dari total luas lahan warga yang dibebaskan sebesar 587,2 ha. Sementara itu, 58% lahan atau 340 ha sudah dibayar. Sedangkan 6% lahan atau sekitar 35 ha yang merupakan tanah milik instansi pemerintah berupa fasilitas umum dan fasilitas sosial masih dalam proses pembayaran. Sisanya sebesar 9% merupakan lahan warga yang menolak dan masih dalam sengketa waris yang juga diproses melalui penitipan ganti kerugian (konsinyasi) di PN Wates. (R1)
Berikan Komentar
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
6201
285
07-May-2026
328
07-May-2026
626
07-May-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia