KUPANG (Lampungpro.com): Bagaimana cara meningkatkan pariwisata di Labuan Bajo? Salah satunya adalah membentuk badan otorita pariwisata (BOP).
Apa itu BOP? Pembentukan badan ini bertujuan untuk mewujudkan single destination single management pada setiap destinasi wisata. Pembentukan BOP dapat mengurangi kemungkinan terjadinya tumpang tindih (overlap) kebijakan serta mempercepat pembangunan dan pengembangan pariwisata Indonesia. Pengembangan pariwisata diharapkan dapat menggunakan konsep penyelesaian satu pintu dengan pembentukan lembaga ini.
Lembaga ini merupakan lembaga non-kementerian yang berada langsung di bawah Presiden dan Kepala Badan merupakan Pejabat Pengguna Anggaran sehingga badan ini memiliki mata anggaran tersendiri. Badan ini juga memiliki Hak Pengelolaan Lahan dan berkewajiban memberikan ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak atas tanah dalam kawasan pariwisata sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Khusus untuk Labuan Bajo, tahun ini Kementerian Pariwisata RI menargetkan untuk segera membentuk BOP. Menpar Arief Yahya terus memantau perkembangan demi perkembangan secara mingguan. Pekan lalu, kami sudah Rapat Koordinasi di Kemenkomar dan Setkab, 10 Februari 2017, dan hasilnya semakin terlihat, kata Hiramsyah Sambudy Thaib, Ketua Pokja Tim Percepatan 10 Top Destinasi Kemenpar yang didampingi Shana Fatina, PIC Labuan Bajo.
Dalam rakor itu, menurut Shana, dibahas soal finalisasi draf Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otorita Labuan Bajo. Draf itu sudah disesuaikan dengan rancangan final Perpres Borobudur yang sudah dirapatkan dengan lima menteri di UGM Bulaksumur, Yogyakarta. Yakni Menko Bidang Kemaritiman, Luhut B Pandjaitan, Menpar Arief Yahya, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Sofyan Djalil.
Lokasi delienasi ada dua, yaitu 20 hektare di Kawasan Batu Cermin di Labuan Bajo dan 400 hektare di Hutan Produksi Bowosie di Labuan Bajo. Keduanya akan dilakukan survey oleh Kemen ATR, Kemenkomar, Setkab, Dinas Kehutanan Prov NTT, Pemkab Manggarai Barat dalam waktu dekat, ujar Shana. Minggu ini, Menko Luhut B Pandjaitan juga berencana meminta laporan dari Deputi Kemenkomar untuk progres Perpres Labuan Bajo Flores itu.
Perkembangan di lapangan, Labuan Bajo merapatkan stakeholder program Created 6 Februari 2017 dengan Yayasan Indecon. Tujuannya, untuk penguatan kapasitas Tata Kelola Desa Wisata dan Unit Usaha (Pangan, Kriya, Pariwisata) untuk Manggarai Barat, Manggarai, Ngada. Disiapkan 8 desa wisata dengan masing-masing Lembaga Tata Kelola Pariwisata yang dibentuk swadaya oleh Desa dan dibina langsung dari Kemenpar, ujar Shana.
Pembukaan Festival Komodo 2017 sudah dilakukan 4 Februari 2017, diawali dengan pawai lintas organisasi mengarak Patung Komodo Raksasa, keliling Labuan Bajo berakhir di Batu Cermin. Pembukaan oleh Bupati Manggarai Barat. Sepanjang 1 bulan penuh akan ada kegiatan hiburan panggung rakyat, dan kegiatan siang hari seperti pemilihan duta wisata komodo, lomba voli pantai, lomba sampan, dll.
Rencana penyelenggaraan kegiatan 4 Februari - 4 Mar 2017. Kemenpar akan mensupport kegiatan berupa merchandise dan artis utama pada penutupan acara, ujar Shana Fatina.
Dia juga menyebutkan, akan ada mahasiswa UNS Solo sebanyak 60 orang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kampung Rinca. Rencananya, akan mengadakan Festival Rinca pada tanggal 22 Februari 2017, bersama masyarakat. Info update ada di IG @sahabatkomodo, ujarnya.
Soal aksesibilitas, PT ASDP Indonesia Ferry, akan membangun dan mengelola Marina di Pelabuhan ASDP Labuan Bajo. Hotel dikelola oleh Patra Jasa. Kegiatan ini sebagai bentuk Sinergi BUMN. Ground Breaking direncanakan akhir Februari 2016 ini, menunggu jadwal MenegBUMN dan Menpar.
Jetty Kampung Rinca juga akan dibangun dari CSR BUMN. Program pembangunan jetty ini belum jalan, karena ada persoalan administrasi kontraktor yang belum selesai, kata dia.
Bagaimana dengan amenitasnya? Site Visit tim Homestay ke Labuan Bajo sudah dilaksanakan pada 6-8 Februari 2017, untuk Rencana Pembangunan Rumah Wisata Labuan Bajo & Pulau, sebagai community based accommodation. Lokasi meliputi Kampung Tengah, Kampung Ujung, Gorontalo, Pulau Papagarang, Pulau Mesa, Pulau Rinca. Tim berkoordinasi dengan Balai TN Komodo dan Pemkab Manggarai Barat.
Survey dilakukan ke Liang Ndara (Homestay Gunung/Hutan), Kampung Rinca Papagarang Mesa (Homestay Pulau/Pantai), Labuan Bajo (Homestay Kota /Pelabuhan). FGD dihadiri 100 peserta lintas instansi dan masyarakat peminat program, ungkapnya.
Shana juga menjelaskan, PDAM akan pasang sejumlah pipa baru dan perbaikan pipa lama yang bocor sepanjang Dalong-Labuan Bajo. Rencana pembangunan Reservoir di Puncak Waringin oleh KemenPUPR akan diusulkan diganti menjadi Revitalisasi Reservoir Firdaus yang dinilai lebih efektif. Kapal ATM BRI sudah mulai beroperasi di Labuan Bajo. Kapal bersandar di Pelabuhan PELNI, berkeliling pulau untuk nasabah-nasabah yang selama ini tdk terfasilitasi, ujarnya.
Pembangkit Diesel 1MW (3 mesin silinder, 1 mesin cadangan) dan Jaringan listrik sudah dipasang PLN di pulau tepatnya Kampung Komodo dan Kampung Rinca. Direncanakan selesai akhir Februari. Biaya pemasangan per rumah 3 juta rupiah untuk kapitas 1,300 Watt/rumah, kata dia.
Berikan Komentar
Sorak bahagia pecah di GSG Karya Bakti, tapi realisasi...
12929
Lampung Selatan
915
Kominfo Lampung
915
Kominfo Lampung
927
7946
28-Mar-2026
290
18-Mar-2026
875
17-Mar-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia