BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), membenarkan adanya retakan baru di Gunung Anak Krakatau yang berada di kawasan Selat Sunda, Banten. Hal ini terdeteksi dari foto udara. "Retakan terdeteksi dari foto udara, terlihat memanjang ke arah utara-sekatan pada lereng kawah gunung di sisi selatan," ucap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Rabu (2/1/2019).
Dia menegaskan, ini berpotensi untuk menjadi longsor jika ada tremor atau getaran Krakatau saat erupsi. Meskipun luas areanya relatif kecil. "Berpotensi untuk berkembang menjadi longsor atau runtuhan bawah laut bila terjadi tremor saat erupsi nantinya. Karena luas area dan volume yang akan longsor relatif kecil, maka diperkirakan potensi tsunami yang ditimbulkan juga lebih kecil," jelas Dwikorita.
Namun, berdasarkan data Badan Geologi, aktivitas erupsi sudah menurun. Bahkan zona kewaspadaan tsunami juga sudah berkurang. "Menurut PVMBG-Badan Geologi, aktivitas erupsi sudah menurun, namun levelnya masih tetap siaga. Sehingga zona kewaspadaan untuk potensi tsunami juga menurun hingga dalam radius 500 meter dari tepi pantai," pungkas Dwikorita.
Sementara itu, BMKG telah memasang sensor water level dan sensor curah hujan untuk mengantisipasi dini dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap tinggi gelombang laut. Alat tersebut dipasang di Pulau Sebesi di Selat Sunda dan bisa melaporkan langsung ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG.
BMKG menjelaskan perlunya memahami penyebab tidak munculnya peringatan saat terjadi tsunami di Selat Sunda pada Sabtu 22 Desember 2018 malam lalu. Pascabencana 22 Desember 2018 tersebut, BMKG merintis sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau yang dinamai Indonesia Seismic Information System (InaSEIS).
Sistem ini beroperasi di Selat Sunda berbasis pemantauan intensitas gempa skala lokal. Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, hingga saat ini di dunia belum ada sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng vulkanik. Namun, BMKG merancang permodelan mandiri. (***/PRO3)
Berikan Komentar
guru perlu terus membuktikan bahwa dirinya masih ada. Masih...
1299
Olahraga
818
Lampung Selatan
710
Kominfo Lampung
758
Kominfo Lampung
690
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia