BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.co) : Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada hari ini, Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) memilih cara berbeda dalam menyampaikan aspirasinya. Alih-alih hanya menggelar aksi massa, federasi ini melaksanakan rangkaian kegiatan bakti sosial yang dipusatkan di Gedung Gumay, Kecamatan Panjang, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pembagian paket sembako, hingga sunat massal. Menariknya, jumlah peserta sunat massal tahun ini melonjak signifikan mencapai lebih dari 100 anak, naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dodi Fauzi, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk dedikasi buruh untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. Berkat dukungan semua unsur, mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga organisasi profesi, agenda ini bisa berjalan lancar.
"Alhamdulillah, ini adalah tahun kedua kami melaksanakan kegiatan ini. Kami ingin buruh menjadi jembatan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Dodi saat ditemui di lokasi.
Keberhasilan acara ini, lanjut Dodi, tidak lepas dari kolaborasi erat dengan berbagai pihak. Federasi menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk tenaga medis, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam pengamanan dan logistik, serta unsur legislatif.
Secara khusus, Dodi menambahkan, pihak federasi juga mengapresiasi dukungan konsisten dari tokoh masyarakat sekaligus anggota dewan, Dewi Mayang Suri Djausal, yang rutin memberikan sokongan pada agenda donor darah dan sunat massal setiap tahunnya.

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Buruh Karya Utama, Heri Purwanto, mengatakan meski fokus pada kegiatan sosial, ia menegaskan, bahwa perjuangan substansial terkait kesejahteraan pekerja tetap menjadi prioritas utama.
Isu mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang dinilai belum memenuhi Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) masih menjadi catatan kritis.
"Tuntutan ke pemerintah tentu tetap ada. Kami melihat UMP atau UMK hari ini masih berada di bawah kebutuhan hidup layak bagi keluarga buruh. Ini adalah perjuangan yang berkelanjutan," tegas Heri.
Ia menambahkan bahwa perjuangan terkait upah akan diintensifkan melalui jalur diplomasi dan pengawalan ketat pada bulan November mendatang, saat pemerintah mulai menggodok penentuan besaran upah untuk tahun depan.
"Kegiatan sosial tetap jalan, tapi perjuangan tentang upah akan kami kawal penuh pada bulan November nanti. Kami berharap dukungan masyarakat agar kami tetap sehat dan semangat dalam memperjuangkan hak-hak buruh," tutup Heri Purwanto. (***)
Editor : Sandy,
Berikan Komentar
Polinela
950
Pendidikan
853
Kominfo Lampung
873
872
30-Apr-2026
950
30-Apr-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia