Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Dari Lampung ke Yogyakarta, Tim Peneliti UIN RIL Perkuat Riset Madrasah dan Pesantren
Lampungpro.co, 25-May-2026

Irsyad 169

Share

Tim peneliti dari UIN RIL | Lampungpro.co/Dok. UIN RIL

Bandar Lampung (Lampungpro.co) : Tim peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mulai melakukan studi awal pengembangan Sustainability Islamic Education Metric (SIEMetric), sebuah sistem pemeringkatan keberlanjutan yang dirancang khusus untuk madrasah dan pesantren di Indonesia.

Penelitian ini menjadi bagian dari pendanaan Program MoRA The AIR Funds 2025 yang berhasil diraih Tim peneliti UIN RIL melalui proposal riset bertajuk Sustainability Islamic Education Metric (SIEMetric): Implementasi Ekoteologi dan Ekonomi Sirkular melalui Pemeringkatan Madrasah dan Pesantren Berkelanjutan. Hal ini juga menjadi komitmen UIN Raden Intan Lampung dalam memperkuat riset berbasis keberlanjutan yang mendapat pengakuan nasional.

Riset tersebut digagas sebagai upaya menghadirkan instrumen evaluasi keberlanjutan bagi lembaga pendidikan Islam tingkat dasar dan menengah yang selama ini belum memiliki sistem pemeringkatan khusus seperti pada perguruan tinggi.

Tim peneliti dalam riset ini terdiri dari Dr. Irwandani, M.Pd.; Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I.; Suci Wulan Pawhestri, M.Si.; Wawan Gunawan, M.Kom.; dan Mia Selvina, S.E., M.Ak. Kolaborasi lintas keahlian ini menjadi kekuatan utama dalam pengembangan SIEMetric, karena penelitian tidak hanya menekankan aspek pendidikan Islam, tetapi juga mengintegrasikan perspektif lingkungan, teknologi digital, tata kelola kelembagaan, dan ekonomi berkelanjutan.

Ketua Tim Peneliti, Irwandani, menjelaskan, penelitian ini menghadirkan gagasan inovatif berupa sistem pemeringkatan keberlanjutan yang secara khusus dirancang untuk madrasah dan pesantren.

“Melalui SIEMetric, lembaga pendidikan Islam diharapkan dapat mengukur tingkat keberlanjutan pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam membangun budaya ramah lingkungan secara lebih sistematis dan terukur,” paparnya, Senin (25/5/2026).

Sebagai tahap awal penyusunan instrumen, tim peneliti telah melakukan studi pendahuluan di sejumlah madrasah dan pesantren di Lampung dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan memetakan kondisi nyata penerapan budaya keberlanjutan di lingkungan pendidikan Islam sekaligus mengidentifikasi indikator yang relevan untuk dikembangkan dalam SIEMetric.

Beberapa lembaga yang menjadi lokasi observasi awal di antaranya MAN 3 Sleman, Madrasah Mu’allimin Yogyakarta, Pondok Pesantren Al Fatah Natar, dan MAN 1 Bandar Lampung.

Dalam studi lapangan tersebut, tim melakukan pengamatan terhadap praktik pengelolaan lingkungan, tata kelola sumber daya, budaya kebersihan, pengelolaan sampah, serta integrasi pendidikan lingkungan dalam aktivitas pembelajaran dan kehidupan pesantren sehari-hari.

Pengembangan SIEMetric dilatarbelakangi belum adanya sistem pemeringkatan keberlanjutan yang secara khusus diperuntukkan bagi madrasah dan pesantren di Indonesia. Selama ini, konsep pemeringkatan keberlanjutan lebih banyak diterapkan pada perguruan tinggi, sementara lembaga pendidikan Islam tingkat dasar dan menengah belum memiliki instrumen evaluasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan prinsip keberlanjutan modern.

Dalam penelitian ini, pendekatan ekoteologi Islam digunakan untuk menempatkan manusia sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam. Sementara konsep ekonomi sirkular mendorong pengelolaan sumber daya secara efisien melalui pengurangan limbah, penggunaan kembali, dan daur ulang sumber daya secara berkelanjutan.

Ke depan, penelitian ini ditargetkan menghasilkan platform digital SIEMetric yang dapat digunakan secara luas oleh madrasah dan pesantren di Indonesia sebagai instrumen evaluasi dan pemeringkatan keberlanjutan.

Selain mendukung penguatan tata kelola lembaga pendidikan Islam, hasil penelitian tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, aksi perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. (***)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Kontroversi VS Kerja Nyata DPRD Kota Bandar...

Di tengah jalan rusak, banjir, dan berbagai keluhan warga,...

1478


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved