Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Diduga tak Bisa Renang, Petani di Pagelaran Pringsewu Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Ikan
Lampungpro.co, 08-Feb-2024

Amiruddin Sormin 406

Share

Proses pencarian dan evakuasi korban tenggelam di Pagelaran Pringsewu. LAMPUNGPRO.CO

PAGELARAN (Lampungpro.co): Sebuah peristiwa tragis terjadi di Pekon Gemahripah, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Seorang pria bernama Mujiono (43), warga Pekon Gemahripah, ditemukan tenggelam di kolam ikan.

Kejadian ini pertama kali diketahui tetangganya, Hendro (43), Rabu (7/2/2024) sore. Informasi yang diterima kejadian dimulai saat Hendro, yang rumahnya berdekatan dengan kolam korban, melihat ada celana training hitam, golok, dan sepeda motor Honda Kharisma warna hitam milik Mujiono.

Merasa curiga, Hendro memanggil saksi lainnya, Sartono dan Suparno, untuk menyelidiki lebih lanjut. Mereka menemukan topi Mujiono muncul dari dalam air kolam. Para saksi kemudian memanggil warga lainnya untuk membantu mencari Mujiono yang diduga tenggelam.

“Upaya pencarian dilakukan dengan menggunakan empat mesin alkon untuk mengeringkan kolam, serta beberapa warga yang turun langsung ke dalam kolam,” kata Hendro kepada awak media, Rabu (7/2/24) malam.

Sementara itu, menurut Kapolsek Pagelaran AKP Hasbulloh, setelah menerima informasi itu, pihaknya bersama warga segera melakukan pencarian. Setelah satu setengah jam akhirnya Mujiono berhasil ditemukan di dasar kolam dan langsung mengevakuasi ke rumah sakit.

“Kami langsung membawa Mujiono ke RSUD Pringsewu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, Mujiono dinyatakan meninggal dunia,” kata AKP Hasbulloh.

AKP Hasbulloh menjelaskan, menurut keterangan dari dokter jaga di RSUD Pringsewu, Mujiono dalam keadaan meninggal dunia ketika tiba di rumah sakit. Tidak ditemukan luka-luka pada tubuhnya, namun keluar cairan dari mulut dan hidungnya, menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen.

“Diduga Mujiono meninggal sekitar 1-2 jam sebelum ditemukan,” jelas AKP Hasbulloh.

Sambungnya, barang bukti yang diamankan dari lokasi berupa, celana training warna hitam milik Mujiono, celana pendek warna abu-abu, topi warna hitam, sepeda motor Honda Kharisma warna hitam dengan nomor polisi BE 7385 VS, dan satu bilah golok dengan gagang kayu. Dia menyebut bahwa kolam tersebut merupakan milik Mujiono sendiri yang berada di belakang rumah Hendro.

Kedalaman air kolam tersebut sekitar 3 meter. Keluarga Mujiono menyatakan bahwa Mujiono hendak membersihkan kolam karena banyak rumput di sekelilingnya, namun Mujiono tidak bisa berenang.

“Keluarga korban memilih untuk tidak melakukan otopsi dan membuat Surat Keterangan Penolakan Otopsi, menyadari bahwa peristiwa ini merupakan musibah yang tidak terduga,” tegasnya.

Ditambahkannya, saat ini jasad Mujiono disemayamkan di rumah duka, dan berdasarkan informasi sementara akan dimakamkan pada krmarin malam. (***)

Editor Amiruddin Sormin

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Ada Empat Polisi Jujur di Indonesia, Satu...

Jujur, kita memerlukan banyak polisi jujur seperti Aiptu Supriyanto....

530


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved