BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung Juni 2018 mendatang, suara di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung terpecah. Hal ini disebabkan adanya perbedaan sikap atas dukungan dan rekomendasi dari DPP PKB yang mengusung Arinal Djunaidi dengan kader PKB Chusnunia Chalim, yang dideklarasikan beberapa waktu lalu oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Sebagian besar pengurus dan kader PKB Lampung ada yang menerima keputusan tersebut, tapi tak sedikit pula yang menolak. Seperti salah satu pengurus DPW PKB Lampung yang juga anggota Fraksi PKB Lampung Midi Ismanto. Saat diwawancarai di ruang kerjanya, anggota Komisi IV DPRD Lampung ini mengatakan, keberatan dan sangat kecewa atas putusan DPP yang menurutnya tidak sesuai dengan aturan partai dalam menentukan calon kepala daerah.
PKB ini punya jenjang kepengurusan dari DPP,DPW, PAC hingga ranting, artinya menjadi satu kesatuan yang harus dibangun bersama-sama. Termasuk dalam menentukan pilihan calon yang akan direkomendasi. Menurutnya, rekomendasi DPP untuk Arinal tidak sesuai mekanisme. Di mana, kader PKB di Lampung baik tingkat DPW sampai ranting mayoritas mendukung Mustafa menjadi Calon Gubernur yang diusung partai, bukan Arinal. Hal itu pun sudah diusulkan ke DPP untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan calon, kata Midi di ruang kerja Komisi IV DPRD Lampung, Rabu (3/1/2018).
Midi menjelaskan, terkait pilgub yang merupakan hajat besar politik di Lampung ini, DPW PKB sudah melakukan pleno mengusulkan rekomendasi ke DPP untuk Mustafa. Dan keputusan itu tak sepihak karena berdasarkan musyawarah, karena sudah melalui berbagai proses. Dan sudah mendapat dukungan juga dari kader di bawah, dewan syuro, maupun para kyai PKB. Ia pun mengaku bingung rekomendasi bisa berubah, bahkan sudah dideklarasi.
Ini kan tidak benar, ibarat dagang sate, ditusuk dan dipanggang oleh satu orang. Saat ini kita lihat di Jakarta sudah ada deklarasi. Ini usulan dari mana? Arinal ini daftar dimana? Ini bukan proses dari bawah yang tahu-tahu deklarasi. Saya akan melakukan komunikasi dengan teman-teman pengurus, para kyai maupun dewan syuro terkait sikap dan langkah selanjutnya. Ini aturan organisasi sudah dilanggar. Ketua Dewan syuropun tidak diberi tahu jika ada deklarasi, kata dia, sebagai pendapat pribadi bukan mengatasnamakan DPW.
Midi mengaku, pada Jumat lalu ia diundang rapat oleh Ketua Fraksi PKB Effendi. Ternyata, dalam rapat tersebut hadir Sekretaris DPW maupun para pengurus daerah yang intinya menyampaikan hasil deklarasi di DPP PKB beberapa waktu lalu dan sikap serta pendapat teman-teman pengurus.
Saya belum bisa menjamin apakah internal PKB ini masih solid atau sudah berbeda-beda. Saya melihat psikologi DPC seperti kecewa, bahkan sangat kecewa. Namun begitu, saya tidak perlu takut (dipecat) dengan sikap saya seperti ini, ini demi kemaslahatan dan kebersamaan. Saya ingin ke depan PKB solid, kompak dan tidak terpecah belah, itu jika pilihan bukan ke Arinal, kata dia. (REKANZA/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17539
Lampung Selatan
6123
Bandar Lampung
3556
Lampung Selatan
3535
996
06-Apr-2025
538
06-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia