Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ekspor Benur Lobster Dihentikan Pasca Menteri KKP Ditangkap, Pebisnis Ilegal di Lampung Tiarap
Lampungpro.co, 27-Nov-2020

Amiruddin Sormin 1951

Share

Benur lobster siap ekspor. LAMPUNGPRO.CO/DOK

KRUI (Lampungpro.co): Pasca penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus tata kelola ekspor benil lobster atau benur, ekspor benur lobster dihentikan sementara. Pemberhentian itu ditetapkan mengeluarkan Surat Edaran Nomor B.22891 IDJPT/Pl.130/Xl/2020 yang menghentikan sementara penerbitan Surat Penetapan Waktu Pengeluaran (SPWP) terkait ekspor benih lobster. 


Pantauan Lampungpro.co di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (26/11/2020), sejumlah tempat yang dijadikan penampungan benur lobster ilegal, mulai tiarap. Para penjaga penampunan selalu curiga terhadap orang baru yang datang menyambangi lokasi penampungan.

"Lagi ngak ada pengiriman benur lobster, apalagi musim begini," kata seorang penjaga gudang penampungan saat disambangi Lampungpro.co, Kamis (27/11/2020) siang. 

Biasanya, tempat yang agak tersembunyi dan berpagar panel beton ini, rutin didatangi nelayan tiap sore. Tempat ini dijaga sejumlah pria berbadan tegap sebelum benur dikirim ke Jawa. 

Sehari sebelum Surat Edaran ini terbit, pengiriman benur lobster ilegal dari Pesisir Barat masih berlangsung. Pengiriman berlangsung cukup banyak. Namun pasca terbitnya Surat Edaran pemberhentian sementara itu, pengiriman mulai berhenti. "Mungkin masih ada yang masih kucing-kucingan," kata seorang nelayan.

BACA JUGA: Harga tak Menentu, Bisnis Ilegal Benur Lobster di Pesisir Barat Lampung Rugikan Nelayan

Terkait terbitnya Surat Edaran ini, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Armen Qodar, mengatakan masih menunggu koordinasi dengan Dinas KKP Provinsi Lampung. Dia mengatakan penangkapan benur lobster di perairan Pesisir Barat, tergolong tinggi. 

"Penangkapan benur lobster ini membuat nelayan tak tertarik lagi menangkap ikan. Apalagi kalau harganya bagus, hampir semua nelayan mencari benur lobster. Ini membuat pasokan ikan laut bisa terhambat. Oleh karena itu, kami masih menunggu seperti apa langkah penghentian sementara ini," kata Armen Qodar. (PRO1)

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Lampung Dipimpin Mirza-Jihan: Selamat Bertugas, "Mulai dari...

Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...

16103


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved