MESUJI (Lampungpro.com): Akibat terus menurunnya harga karet di Bumi Serasan Segawi, Kabupaten Mesuji, para petani karet beralih profesi demi mencukupi kebutuhan hidup. Petani karet di Desa Brasanmakmur, Kecamatan Tanjungraya, memilih beralih bercocok tanam menanam sayur-mayur di area perladangannya atau lahan persawahan baru. Atau ada yang menjadi kuli bangunan serta kerja serabutan.
Kepada Lampungpro.com, Parman (43), petani karet, mengaku dengan menanam sayuran, setidaknya bisa membantu keluarganya. Hal itu dia lakukan akibat harga getah karet yang sangat jauh menurun. Menurut dia, harga karet sebelumnya sekitar Rp10.000-Rp11.000 per kilogram.
"Harga di tingkat pembeli hanya berkisar Rp 5.000 per kilogramnya. Sementara, getah karet campuran hanya Rp 4.000 per kilogram. Dengan kondisi tersebut, maka petani karet tidak bisa berbuat banyak dan memilih untuk alih kerja yang lain, kata dia, Senin (17/7/2017).
Hal itu, lanjut Parman, jika harga getah karet satu kilogram hanya Rp5.000, maka berbanding terbalik dengan harga kebutuhkan pokok di pasar saat ini. Menurut dia, dengan kondisi saat ini, penjualan satu kilogram getah karet belum bisa membeli satu kilogram beras. Apalagi, untuk mencukupi kebutuhan lainnya.
Menurut Parman, banyak petani lain yang yang juga beralih tanaman atau profesi lainnya. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Bahkan, ada yang menjadi buruh dan kuli bangunan. Sementara, Sutris (38), petani karet yang juga beralih profesi mengatakan, sejak lima bulan terakhir dia menjadi buruh bangunan. Hal itu dia lakukan karena hasil sadapan karet tidak bisa diandalkan.
"Saya bersama rekan-rekan seprofesi kini banting stir menjadi buruh bangunan. Hal ini terpaksa kami lakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menjadi buruh bangunan hasilnya lebih menjanjikan dibandingkan dengan menyadap karet. Saya sangat berharap harga getah karet segera naik lagi, kata dia.
Sutris juga berharap adanya perhatian pemerintah agar mampu membangkitkan perekonomian rakyat dengan menaikan harga getah karet. Terus terang, kami sangat tersiksa dengan kondisi seperti ini. Harga getah karet anjlok. Kami berharap agar harga getah karet bergairah kembali dan perekonomian petani bisa bangkit, kata dia.
Di lain pihak, Deshendri (47), pengepul karet mengatakan harga getah karet yang menurun saat ini dampak menurunnya harga getah karet di pasaran dunia. Kami akui sudah cukup lama harga getah karet menurun. Hal ini disebabkan harga getah karet di pasara dunia juga menurun. Bahkan, sejak lima bulan terakhir harga karet yang turun ini membuat para petani kurang bergairah untuk menyadap. Hal itu diperparah dengan harga kebutuhan sehari-hari terus merangka naik, kata dia.
Dia juga mengatakan, akibat banyak petani karet beralih profesi, gudang miliknya pun kosong stok. Bahkan, banyak petani karet dan penyadap yang kini beralih dengan menanam tanaman lain yang lebih menjanjikan hasilnya. Misalnya, menanam sayuran yang tidak membutuhkan waktu lama menanam dan harganya di pasaran bagus, kata dia. (RIO/PRO2)
Berikan Komentar
Dukungan dan legacy yang besar, juga mengandung makna tanggung...
17072
Lampung Selatan
5634
177
06-Apr-2025
424
05-Apr-2025
658
05-Apr-2025
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia