Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Harga Daging Sapi Tinggi, Kinerja Agrobisnis Nasional Lemah
Lampungpro.co, 21-Jun-2017

Lukman Hakim 9460

Share

BANDAR LAMPUNG (Lampungpro.com): Permasalahan mendasar komoditas daging sapi yang harganya selalu naik merupakan lemahnya kinerja agrobisnis nasional. Harga daging, terutama sapi potong dalam negeri selalu mengalami kenaikan, terutama menjelang Idulfitri.

Hal ini disebabkan jumlah polulasi sapi nasional terlalu kecil dengan pertambahan bobot tubuh harian yang rendah. "Biaya produksi mencapai Rp45 ribu sampai Rp46 ribu per kilogram bobot hidup," ujar akademisi peternakan Universitas Lampung, Erwanto, saat mengisi ngaji peternakan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Lampung, Selasa (21/6/2017) sore.

Erwanto menjelaskan sapi tersebut jika dipotong akan memunculkan harga kisaran Rp115 ribu sampai Rp120 ribu dengan asumsi 49 persen dan 35 persen dari bobot hidup. Hal ini menunjukkan kinerja agrobisnis sapi potong nasional jauh tertinggal dari negara maju. Salah satu penyebabnya karena pertumbuhan sapi nasional kecil.

Untuk menurunkan harga daging sapi harus ditempuh dengan membenahi permasalahan mendasar. Sensus Pertanian 2013 menerangkan populasi sapi potong nasional sekitar 12,33 juta ekor. Dengan populasi tersebut diprediksi mampu menghasilkan sapi siap potong sekitar 2,4 juta ekor tiap tahun. "Tidak ada solusi cepat," kata pakar ISPI Lampung tersebut. 

Data tersebut jelas menunjukkan Indonesia masih memerlukan impor daging sapi. Nantinya jika impor ditutup, populasi sapi nasional semakin berkurang. "Swasembada bisa dilakukan dengan mempercepat peningkatan basis populasi sapi nasional."

Ngaji peternakan tersebut digandeng dengan buka bersama pengurus ISPI Cabang Lampung. Ketua ISPI Cabang Lampung Ichwan Adji Wibowo menjelaskan acara dilakukan untuk mempererat silaturahim sekaligus menghimpun pemikiran anggota ISPI. "Berdiskusi bersama untuk peternakan di Lampung yang lebih baik," ujar Adji.   (EZAL/PRO2)                                                                    

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Banjir Masih Kepung Bandar Lampung, Aneh Kota...

Pembangunan kanal banjir memang bukan satu-satunya jalan keluar.

434


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved