JAKARTA (Lampro): Tahun ini, dua negara bertetangga Indonesia dan Singapura merayakan 50 tahun hubungan diplomatik. "Keberadaan saya di Singapura selain meluncurkan rangkaian kegiatan perayaan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura bagi, saya juga melakukan penukaraan instrumen ratifikasi untuk perjanjian Indonesia-Singapura mengenai penetapan garis batas laut wilayah kedua negara di bagian timur Selat Singapura," kata Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Singapura, Jumat (10/2/2017).
Indonesia dan Singapore kini hanya menyisakan sebagain kecil perbatasan maritim yang belum diselesaikan kedua negara. Dalam pertemuan, kedua Menlu sependapat ubungan bilateral Indonesia dan Singapura kini dalam keadaan yang sangat baik. Hal ini tidak saja dapat dilihat dari intensifnya hubungan ekonomi, namun juga adanya komunikasi yang baik antara kedua negara. "Hubungan baik kedua negara bukan berarti tidak ada tantangan dalam hubungan tersebut, namun karena adanya komunikasi yang baik sehingga berbagai tantangan dan masalah dapat diselesaikan dengan baik secara terbuka," kata Menlu.
Kedua Menlu membahas berbagai langkah untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Dalam kaitan ini, selain membahas tindak lanjut dari berbagai kesepakatan yang dicapai dalam Leaders Retreat di Semarang, kedua Menlu juga membahas berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama Indonesia-Singapura di Batam, Bintan dan Karimun. "Hubungan ekonomi kedua negara saat ini sangat intensif, namun demikian, masih terdapat ruang untuk terus ditingkatkan, seperti melalui pembentukan kawasan industri kendal yang dilakukan Nopember 2016 lalu," kata Menlu Retno.
Kedua Menlu juga membahas berbagai tantangan yang saat mengancam pembangunan dikedua negara. Untuk itu, kedua Menlu sepakat pentingnya untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi ancaman terorisme, peredaran gelap narkoba dan perdagangan manusia, serta kerja sama di berbagai forum regional dan internasional.
Selain isu bilateral, kedua Menlu membahas berbagai perkembangan di tingkat regional maupun global. Tahun ini juga merupakan ulang tahun ke 50 ASEAN. Kedua Menlu meyakini bahwa kedepan ASEAN akan terus berkembang dan semakin kuat. "Indonesia berkomitmen untuk memastikan agar ASEAN terus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan," tegas Menlu RI.
Sebagai utusan khusus Presiden RI untuk IORA, Menlu Retno juga melakukan Kunjungan Kehormatan kepada PM Singapura, Y.M. Lee Hsien Loong, untuk menyampaikan undangan Presiden RI kepada PM Singapura untuk menghadiri KTT IORA pada 7 Maret 2017 mendatang. Selain menyampaikan undangan tersebut, dalam pertemuan juga dibahas sejumlah isu bilateral, regional dan global yang menjadi kepentingan kedua negara.
Singapura merupakan mitra dagang terbesar kelima Indonesia setelah RRT, Amerika Serikat, Jepang, dan India. Hingga Oktober 2016, total perdagangan bilateral Indonesia dan Singapura mencapai 20,90 miliar dolar AS. Investasi Singapura di Indonesia pada 2016 mencapai 9,2 miliar dolar AS (1932 proyek). Ini menjadikan Singapura sebagai investor asing terbesar dalam lima tahun terakhir. Selain itu, Singapura menjadi kontributor wisatawan asing terbesar terbesar. Pada 2015 total mencapai 1.519.430 orang, naik 0,014% dari tahun sebelumnya. (PRO1)
Berikan Komentar
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.
6059
480
07-May-2026
497
07-May-2026
Universitas Lampung
Universitas Malahayati
Politeknik Negeri Lampung
IIB Darmajaya
Universitas Teknokrat Indonesia
Umitra Lampung
RSUDAM Provinsi Lampung
TDM Honda Lampung
Bank Lampung
DPRD Provinsi Lampung
DPRD Kota Bandar Lampung
DPRD Kota Metro
Pemrov Lampung
Pemkot Bandar Lampung
Pemkab Lampung Selatan
Pemkab Pesisir Barat
Pemkab Pesawaran
Pemkab Lampung Tengah
Pemkot Kota Metro
Pemkab Mesuji
Pemkab Tulangbawang Barat
Suaradotcom
Klikpositif
Siberindo
Goindonesia