Geser ke atas
News Ekbis Sosok Halal Pelesir Olahraga Nasional Daerah Otomotif

Kanal

Ini Surat Terbuka Lengkap MUI untuk Ahok (1)
Lampungpro.co, 02-Feb-2017

Amiruddin Sormin 1092

Share

JAKARTA (Lampro): Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H.Ma'ruf Amin dan Nahdlatul Ulama (NU), melaluivideo. Ahok menyampaikan ada kesalahpahaman dalam pernyataannya dalam persidangan di auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). Pernyataan Ahok di persidangan itu kemudian menyulut kekisruhan baru.

Dari video yang dikirimkan oleh Timses Ahok-Djarot kepada detikcom, Rabu (1/2/2017), Ahok mengatakan tidak ada maksud melaporkan K.H. Ma'ruf Amin ke polisi. Menurut alhi hukum Dewan Pimpinan Umum MUI, Abdul Chair Ramadhan, semua substansi permintaan maaf tersebut adalah justru memperkuat penghinaan yang bersangkutan kepada umat Islam pada umumnya, dan diri pribadi K.H. Maruf Amin pada khususnya.

Perhatikan ucapannya yang mengatakan, Saya kira itu penjelasan saya, semoga kesalahpahaman ini bisa dihentikan dan terutama jangan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mengadu domba saya dan pihak NU apalagi dihubungkan dengan Pilkada. Dan tentu kami tidak ingin bangsa kita yang sudah begitu berjuang digaduhkan lagi oleh kerja oknum-oknum yang mengadu domba. Saya selama ini banyak dibela oleh NU, para nahdliyin termasuk Banser, Anshor,teman-teman semua. Bagaimana mungkin saya bisa berseberangan dengan NU yang jelas-jelas menjagakebhinekaan dan nasionalis seperti ini.

Menurut Abdul Chair Ramadhan, penjelasan dan permintaan maaf Ahok tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, dalam rekaman sidang sangat jelas Ahok dan Penasehat Hukum telah melakukan kebohongan publi kdan bahkan menyerang kehormatan K.H. MarufAmin dan termasuk MUI. Berikut subtansi rekaman tersebut.

1. Ahok telah menyatakan kebohongan publik denga nmengatakan K.H. Maruf Amin telah menunjuk Habib Rizieq Shihab sebagai Ahli untuk kepentingan pemberian keterangan di sidang pengadilan. Fakta sebenarnya adalah MUI hanya merekomendasikan nama-nama para ahli sesuai dengan keilmuannya masing-masing.

2. Ahok mengatakan akan melakukan proses hukum terhadap K.H.Maruf Amin dengan tuduhan keji telahberbohong. Dia juga mengatakan bahwa dirinya telah dipermainkan terkait dengan hak-haknya, ditegaskan pula dirinya telah didzalimi, disebutkan .dan percayalah,kalau anda mendzalimi saya, anda lawan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, dan saya akan akan buktikan satu persatu, dipermalukan nanti.

3. Salah satu PHA Ahok, Humphrey Djemat telah menyudutkan dan mempersiarkan di depan pengadilan bahwa K.H.MarufAmin telah dihubungi oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang permintaannya untuk segera mengeluarkan fatwa tentang penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok dan yang bersangkutan dengan tegas menyatakan bahwa K.H.MarufAmin telah memberikan keterangan palsu dan meminta untuk dilakukannya proses hukum.

Atas fakta-fakta, itu MUI memberikan tanggapan dan bantahan berikut. Pertama, kata-kata .jangan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mengadu domba saya dan pihak NU apalagi dihubungkan dengan pilkada, digaduhkan lagi oleh kerja oknum-oknum yang mengadu domba. Mengindikasikan Ahok telah dengan sengaja menuduh umat Islam di luar NU sebagai pihak yang ingin mengadu domba antara dirinya dan pihak NU.

Di luar NU dianggap olehnya sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam mengadu domba, dan secara sadar kepastian dimaksudkan adalah pihak pelapor, lawan politik atau pesaingnya dalam Pilkada dan umat Islam di luar NU. Padahal, mayoritas pihak pelapor, lawan politik atau pesaingnya tidak dapat diidentikkan dengan NU. Masalah penodaan agama bukanlah masalah institusi kelembagaan NU, non-NU, dan MUI, tetapi masalah umat Islam yang menuntut ditegakkannya hukum secara adil kepada pelaku penodaan agama.

Bukan hanya kepada Ahok, tetapi kepada siapa saja yang melakukannya. Dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok tidak terkait dengan penyelenggaraan Pilkada, tidak ada hubungannya sama sekali. Justru Ahok yang selalu mengaitkannya. Kegaduhan bermula justru dari diri Ahok sendiri, semua kegaduhan yang terjadi disebabkan dariperkataan dan tindakannya yang sangat anti dengan Islam, bukan dari pihak lain. BERSAMBUNG....(PRO1)

 

Berikan Komentar

Kopi Pahit

Artikel Lainnya
Menuju Kota Metropolitan, Bandar Lampung Dinilai Masih...

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

6133


Copyright ©2024 lampungproco. All rights reserved